Santri Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Diajak Turut Serta Cegah Peredaran Narkoba

Sekitar 150 santriwan-santriwati mengikuti Sosialisasi & Diskusi Anti Napza di Aula Lantai 3 Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Yogyakarta

Santri Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Diajak Turut Serta Cegah Peredaran Narkoba
ist
Sekitar 150 santriwan-santriwati mengikuti Sosialisasi & Diskusi Anti Napza di Aula Lantai 3 Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Yogyakarta, Selasa, (2/5/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekitar 150 santriwan-santriwati mengikuti Sosialisasi & Diskusi Anti Napza di Aula Lantai 3 Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Yogyakarta, Selasa, (2/5/2018). Dalam acara tersebut, para santri diberikan wawasan tentang antinarkoba.

Dalam rilis yang diterima tribunjogja.com pembicara dari Kader Anti-Narkoba KEMENPORA, Ricco Survival Yubaidi, S.H., M.Kn., mengatakan saat ini tantangan generasi milenal dihadapkan dengan Proxy War.

Yaitu perang yang sudah tidak menggunakan senjata api, tank, jet tempur, rudal maupun bom, namun melalui pihak ketiga seperti adu domba aspek sosial, budaya, agama maupun alat-alat lain yang dapat menghancurkan generasi bangsa seperti handphone dan narkoba.

Sementara, tiga faktor yang menjadi penyebab munculnya rasa ingin tahu untuk mencoba narkoba yaitu karena masa muda, adanya waktu luang dan adanya kecukupan uang.

Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo Kota Yogyakarta sendiri masuk kategori pesantren mahasiswa dengan rata-rata santri berumur diatas 18 tahun.

Usia pemuda ini tergolong yang tidak aman dari ancaman, bahaya dan juga tidak terlepas dari perhatian gerakan anti narkoba.

Kegiatan yang berlangsung dengan tema "Peran Santri dalam Mencegah Peredaran dan Bahaya Narkoba di Kalangan Muda" turut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren H. Ahmad Yubaidi, S.H., S.Pd., M.H., M. Jamil, S.H. (Ketua KIPAN Kota Yogyakarta), Firas Nan Sabastian, S.H. (Ketua Forum Bela Negara Kota Yogyakarta) dan Hairul Rizal, S.H., (Praktisi Advokad).

Pemateri Bro Eko Prasetyo selaku Konselor Senior dan Pendiri Pusat Rehabilitasi Jogja Care sangat berbahagia dengan adanya kesempatan untuk bersosialisasi dengan para santri.

Ia mengharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut setiap santri dapat bertugas mensosialisasikan kembali bahaya narkoba minimal kepada 5 teman terdekatnya.

Dalam diskusi turut hadir memberikan tenstimoni, yakni mantan pecandu narkoba yang sudah sembuh Eddie Novizar yang juga anak mantan rektor di Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Ia memberikan pengalaman bagaimana masuknya peredaran narkoba di kalangan muda dan kisahnya dalam rehabilitasi.

Kehadiran dan penyampaian para pemateri yang luar biasa ini menyebabkan diskusi berlangsung dengan hangat sampai larut malam. (*)

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved