Home »

Jawa

Hukum

2 Kasus Dugaan Korupsi di Kota Magelang, Polisi Periksa 6 Orang Saksi

Penyelidikan kasus ini pun dapat dinaikkan menjadi penyidikan, setelah pihak kepolisian mendapatkan potensi kerugian dan rekomendasi dari BPKP.

2 Kasus Dugaan Korupsi di Kota Magelang, Polisi Periksa 6 Orang Saksi
internet
ilustrasi korupsi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kepolisian Resort Magelang Kota sedang melakukan penyelidikan terkait dua kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) yang terjadi di Kecamatan Bandongan, yang masuk wilayah hukum Kota Magelang.

Sebanyak enam saksi diperiksa dalam dua kasus korupsi tersebut.

Polisi pun telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Kami sudah memeriksa empat saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan BUMN. Kasus kedua, kami memeriksa dua saksi untuk dugaan korupsi dana Anggaran Dana Desa (ADD)," kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Rabu (2/5/2018).

Dua kasus dugaan korupsi tersebut adalah dugaan korupsi yang melibatkan BUMN, dan satu kasus lagi yakni korupsi anggaran dana desa (ADD).

Penyelidikan kasus ini pun dapat dinaikkan menjadi penyidikan, segera setelah pihak kepolisian mendapatkan potensi kerugian dan rekomendasi dari BPKP.

"Kami masih menunggu rekomendasi dari BPKP, terkait kerugian yang ditimbulkan. Apakah nanti statusnya naik dari saksi menjadi tersangka, kita lihat nanti. Jika sudah begitu, secepatnya juga kami limpahkan ke kejaksaan,” ujar Kristanto.

Pihaknya memang serius mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut. 

Hal ini terlihat dari diterbitkannya SPDP , petugas pun dapat memulai penyidikan.

"Kami serius dalam mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut, kami akan tindak dengan tegas," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo mengaku bahwa pihaknya masih fokus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi ADD dan salah satu yang melibatkan BUMN tersebut.

Dirinya masih belum bisa merinci potensi kerugian negara dari dua kasus korupsi yang ditangani pihaknya. 

Namun dari perkiraannya, dua kasus tersebut potensi memberikan kerugian negara mencapai ratusan juta.

"Kami masih dalami lebih lanjut. Saksi-saksi sudah kami periksa. SPDP juga sudah keluar. Kami harapkan bukti-bukti cukup, dan perkara ini dapat kita naikkan penyidikan, dan kami limpahkan ke kejaksaan saat berkas sudah lengkap," tuturnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help