wisata

Sultan Ingin Kampung Flory Bisa Bantu Entaskan Kemiskinan di Sleman

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan Kampung Flory sebagai salah satu alternatif wisata di Kabupaten Sleman.

Sultan Ingin Kampung Flory Bisa Bantu Entaskan Kemiskinan di Sleman
Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mangajak berbincang anak-anak yang tengah bermain permainan tradisional di Kampung Flory, Minggu(29/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan Kampung Flory sebagai salah satu alternatif wisata di Kabupaten Sleman.

Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasati oleh gubernur yang disaksikan oleh Bupati Sleman, Wakil Ketua DPRD Yogyakarta, serta perwakilan sejumlah bank.

Sudi Hartono selaku Pembina Kampung Flory mengungkapkan, tempat wisata  yang sudah dirintis sejak 3 tahun yang lalu saat ini sudah bisa mendatangkan turis sebanyak 20-25 ribu perbulan.

"Awalnya saya mengajak anak muda yang memang suka pertanian. Yang saya ajak dari Taruna Tani. Kami hanya punya mimpi untuk membangun kawasan yang lebih indah," terangnya.

Sudi menerangkan, di Kampung Flory sendiri terdapat beberapa Zona, antara lain Zona Taruna Tani Flory, Zona Agro Buah, Zona Desa Wisata Flory, serta Zona Bali Ndeso.

"Di sini kami ada Show Room, Pelatihan, Outbond, Kuliner, Agro Buah maupun Permainan Tradisional. Alhamdulillah Desa Wisata juga sudah jalan. Nantinya kami juga akan membuat Pasar Ndelik yang mana di dalamnya kita sajikan properti tradisional, penggunaan uang dari bambu, maupun dari segi bahasa kita gunakan bahasa Jawa," terangnya.

Baca: Meraihkan Hari Jadi Kabupaten Sleman, Ribuan Warga Ikuti Senam Massal

Sudi mengungkapkan, dari tahun 2015 sampai saat ini Kampung Flory sudah menerima bantuan dari berbagai macam pihak. Baik swadaya kelompok maupun bantuan hibah.

Sementara itu Gurbernur DIY, Sri Sultan Hamengkbuwono X dalam sambutannya berharap Kampung Flory bisa mengelola Management, Sumber Daya Manusia, serta Infrastruktur dengan baik.

"Bantuan yang nantinya diberikan diharap mampu mengembangkan desa maupun warga masyarakat sekitar. Sehingga kemandirian desa benar-benar bisa tercapai. Selain itu, juga mampu mengurangi angka kemiskinan yang ada di daerah," katanya. (tribunjogja)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help