DIY

Peredaran Uang Palsu Incar Pasar Tradisional

Menjelang Ramadan dan nanti Lebaran, peredaran uang tunai ini kerap dimanfaatkan oleh pengedar Upal untuk melancarkan aksinya.

Peredaran Uang Palsu Incar Pasar Tradisional
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Ilustrasi: Uang palsu

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peredaran uang palsu (Upal) hingga saat ini masih saja menghantui masyarakat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY mencatat, sejak bulan Januari hingga menjelang akhir bulan April 2018 ini setidaknya sudah mengamankan sebanyak 1483 lembar Upal.

Pada bulan Januari Kantor Perwakilan BI menerima laporan dan mengamankan sebanyak 512 lembar Upal.

Selanjutnya di bulan Februari Maret masing masing mengamankan 353 dan 313 lembar dan pada bulan April mengamankan sebanyak 305 lembar.

Bila dinominalkan , total Upal yang beredar yang tercacat Kantor Perwakilan BI DIY saja selama Januari hingga April 2018 mencapai Rp 130 juta lebih.

Upal yang beredar paling banyak adalah lembar Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah dan Operasional Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI DIY, Probo Sukesi menuturkan, masyarakat harus lebih jeli ketika melaksanakan transaksi dengan menggunakan uang tunai.

Baca: Seorang Pelajar dan Mahasiswa Terlibat Peredaran Uang Palsu

Terutama ketika transaksi dilakukan di tempat tempat ramai yang kondisinya bisa melenakan.

Halaman
123
Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved