DIY

Sebagian Besar Reklame di Yogyakarta Tidak Kantongi Izin

Reklame dan informasi yang terpasang di ruas jalan provinsi di wilayah Yogyakarta, hanya 12 yang mengantongi izin, atau hanya lima persennya saja.

Sebagian Besar Reklame di Yogyakarta Tidak Kantongi Izin
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ketua Pansus Pengawasan Perda No 2 Tahun 2017, Sukarman, saat memimpin rapat di Gedung DPRD DIY, Selasa (25/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Maraknya reklame di ruas-ruas jalan Yogyakarta seringkali menjadi keluhan masyarakat.

Parahnya, ditemukan fakta bahwa deretan papan iklan berukuran besar tersebut, ternyata bermasalah, atau tidak mengantongi izin.

Berdasar data per 2015, dari 241 papan iklan, reklame dan informasi yang terpasang di ruas jalan provinsi di wilayah Yogyakarta, hanya 12 yang mengantongi izin, atau hanya lima persennya saja.

Dalam artian, 229 di antaranya dipastikan melanggar aturan.

Kalangan legislatif menyoroti permasalahan yang dianggap sebagai pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tersebut.

Rekomendasi pun disodorkan agar Dinas PUP-ESDM dan Satpol PP bisa segera melakukan pendataan ulang.

Ketua Pansus Pengawasan Perda No 2 Tahun 2017, Sukarman mengatakan bahwa reklame bodong tersebut seharusnya harus mendapat tindakan tegas.

Terlebih, semrawutnya reklame seringkali dikeluhkan masyarakat dan dianggap mengganggu keindahan kota.

"Itu kan sebagian besar tidak ada izinnya sama sekali. Mestinya, kalau memang ada tindakan tegas, ya itu yang melanggar harusnya semua dibongkar," katanya, saat dijumpai di Gedung DPRD DIY, Rabu (25/4/2018).

Sukarman menuturkan, mayoritas papan reklame tanpa izin itu, bermaterikan iklan, atau promo sebuah produk dagang.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help