DIY

4 Koleksi Pesawat Baru dan Museum Engine Diresmikan Panglima TNI

Keempat pesawat tersebut yakni Pesawat C-130 Hercules, Pesawat Fokker 27 TAS, II Yusin II-14 Avia dan F-4 Hawker Hunter.

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak empat Koleksi Pesawat baru serta Museum Engine R Ahmad Imanullah yang terdapat di Museum Pusat Angkatan TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) diresmikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada Selasa (24/4/2018).

Keempat pesawat tersebut yakni Pesawat C-130 Hercules, Pesawat Fokker 27 TAS, II Yusin II-14 Avia dan F-4 Hawker Hunter.

Selain keempat pesawat tersebut, Panglima TNI juga meresmikan Museum Engine R Ahmad Imanullah yang didalamnya terdapat 36 buah engine yang berasal dari pesawat latih, helikopter, angkut dan tempur.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa semua pesawat tersebut memiliki keterikatan sejarah dengan perjuangan mempertahankan NKRI.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia dan pendukung sehingga rencana kita untuk melengkapi museum Muspusdirla sehingga koleksinya menjadi lebih banyak. Dulu saya pikir susah untuk dikerjakan, terutama mengeser pesawat menuju Yogyakarta. Alhamdulillah semuanya bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Panglima Tni juga berpesan jangan sampai melupakan sejarah.

“Saudara-saudara, TNI AU juga ingin memberikan apresiasi kepada seluruh senior yang telah rela mengorbankan dirinya untuk bergabung di TNI AU demi menegakan keutuhan wilayah NKRI. Nilai-nilai itulah yang kita angkat dan kita persembahkan kepada mereka yang telah mempertahankan NKRI,” ungkapnya.

Dankoharmatau Marsda TNI Dento Priyono selaku Ketua Pelaksana Peresmian Pesawat menyampaikan bahwa peresmian empat koleksi pesawat serta Museum Engine telah sesuai dengan rencana para Pimpinan TNI Angkatan Udara, khususnya alumni AUU Angkatan 86.

“Persemian ini secara bertahap akan melengkapi koleksi Pesawat terbang yang pernah digunakan TNI AU dalam berbagai operasi dalam mengamankan NKRI,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan bahwa di museum inilah tempat yang paling tepat untuk mengabadikan dokumen-dokumen penting tentang perjalanan TNI AU dari jaman dahulu sampai sekarang.

“Seluruh koleksi yang ada di Muspusdirta merupakan dokumen-dokumen penting yang merupakan fakta sejarah ketika para pendahulu berkiprah dalam rangka menengakan kedaulatan NKRI,” tambahnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help