Ujian Nasional 2018

Patah Tulang Hingga Menginap di Sekolah, Bagas Dikenal Sebagai Siswa yang Memiliki Jiwa Kepemimpinan

Bagas merupakan siswa yang memiliki banyak teman di lingkungan sekolah, karena dinilai sosok yang baik

Patah Tulang Hingga Menginap di Sekolah, Bagas Dikenal Sebagai Siswa yang Memiliki Jiwa Kepemimpinan
Tribun Jogja/Ahmad Syariefudin
Bagas Eka Ramadhan, siswa SMPN 1 Banguntapan, Bantul menjalani perawatan di sekolah demi ikut UNBK. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bagas Eka Ramadhan (15), siswa yang mengalami patah tulang dari SMPN 1 Banguntapan, tetap gigih mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Senin (23/4/2018).

Ia dikenal sebagai sosok siswa yang baik dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Hal itu diungkapkan oleh Wiharno, kepala SMPN 1 Banguntapan.

Menurutnya, Bagas merupakan siswa yang memiliki banyak teman di lingkungan sekolah, karena dinilai sosok yang baik dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, menurut Wiharno, Bagas sering menjadi pleton inti (Tonti) mewakili sekolah dalam ajang perlombaan baris berbaris (PBB).

"Bagas ini dalam segi kepemimpinan bagus. Dia memiliki kepribadian yang bisa memimpin teman-temannya. Apalagi, anaknya juga semangat, jarang mengeluh," ungkapnya.

Pascainsiden yang menyebabkan Bagas mengalami patah tulang pada tangan dan kaki sebelah kiri, pihaknya mengaku terus memberi support supaya bisa sabar melewati musibah ini.

"Kami selalu tanyakan perkembangan kesehatan dia. Dan hari ini, ketika ujian nasional kita fasilitasi bed khusus yang dipinjam dari puskesmas Banguntapan. Dengan harapan, dia nyaman untuk mengerjakan soal-soal ujian," terangnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pada UNBK kali ini Bagas mendapat jadwal untuk mengerjakan soal ujian pada sesi ke-2, yang dimulai dari pukul 10.30 WIB - 12.30 WIB.

Selesi ujian, Bagas tidak pulang ke rumah, melainkan ia tinggal dan menginap di ruang kelas yang telah disediakan oleh pihak sekolah.

"Tujuannya supaya tulang tangan dan kaki Bagas tidak banyak bergerak saat harus pulang-pergi untuk mengikuti ujian," terangnya.

Direncanakan, dalam empat hari kedepan, selama berlangsungnya ujian nasional, Bagas ditemani keluarga akan menempati sebuah ruang kelas sekolah.

"Kami fasilitasi Bagas dan keluarga menginap di sekolah. Sekolah ini juga ada satpam yang berjaga 24 jam penuh, sehingga menginap di sekolah Insya Allah aman," jelasnya. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved