DIY

Cegah Paham Radikalisme Masuk DIY, Pospera DIY Dibentuk

Dibentuknya Pospera DIY adalah untuk menyediakan bantuan baik dari segi hukum dan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan Pospera DIY.

Cegah Paham Radikalisme Masuk DIY, Pospera DIY Dibentuk
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Suasana acara deklarasi dan pelantikan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) DIY di Sasana Hinggil, Minggu (22/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mencegah paham radikalisme masuk melalui ormas-ormas tertentu di DIY.

Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menggelar deklarasi dan pelantikan Pospera DIY di Sasana Hinggil, Minggu (22/4/2018).

Adapun acara yang mengusung tema 'Menjaga Indonesia dalam Keberagaman' ini dihadiri puluhan orang dan selain dilakukan deklarasi, dibentuknya Pospera DIY adalah untuk menyediakan bantuan baik dari segi hukum dan lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan Pospera DIY.

Hendro Pleret, Ketua Pembina Pospera DIY mengatakan bahwa, DIY memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah NKRI.

Berkenaan dengan hal itu, Yogyakarta pun menyandang Daerah Istimewa, menurutnya keistimewaan DIY tidak hanya terletak pada faktor sejarahnya saja.

Tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai ideologi Pancasila serta menghormati yang berkembang di masyarakat, di mana DIY sendiri terdapat berbagai orang dari berbagai macam suku yang membuat DIY mendapat sebutan miniatur Indonesia.

Lanjutnya, akhir-akhir ini kerap terdengar isu-isu bahkan gerakan radikal yang berkedok ormas dan bertujuan untuk mengganti ideologi Pancasila.

Terkait hal tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa DIY berpotensi menjadi target dari ormas-ormas tersebut.

"Karenanya diadakanlah deklarasi sekaligus pelantikan Pospera DIY. Harapannya selain untuk menjaga keutuhan NKRI, Pospera juga sebagai tempat bagi masyarakat untuk menuntaskan masalahnya seperti bab hukum, pembinaan dan masalah kesehatan," katanya.

"Jadi jika ada masyarakat yang bermasalah dan butuh bantuan kami, nanti akan kami dampingi," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved