Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul dan Polda DIY Gelar Penyuluhan Bersama Organisasi Perempuan

Pentingnya peran perempuan untuk penguatan ketahanan psikis menjadi tema Pemkab Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul dan Polda DIY Gelar Penyuluhan Bersama Organisasi Perempuan
IST
AKBP Sinungwati SH MIP saat mengisi acara penyuluhan di ruang rapat 1 Pemkab Gunungkidul pada Selasa (14/4/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pentingnya peran perempuan untuk penguatan ketahanan psikis menjadi tema Pemkab Gunungkidul dalam menyambut hari Kartini pada 21 April mendatang.

Untuk itu Pemkab Gunungkidul bekerjasama dengan Polda DIY mengadakan penyuluhan bersama organisasi perempuan pada, Selasa (17/4/2018) di ruang rapat 1 Pemkab Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan dalam acara penyuluhan tersebut peran ibu sangat penting dalam menanggulangi kenakalan remaja, peredaran narkoba, hingga kader antikorupsi.

"Tingkatkan potensi diri terutama dibidang iptek agar tidak tertinggal dengan anak kita, mohon ibu-ibu untuk mengetahui sandi dari gawai anak-anak, dengan mengetahui sandi ibu dapat mengontrol pergaulan anak, sehingga terhindar dari tindak kenakalan remaja dan narkoba," terangnya.

Baca: Gunungkidul Terus Berupaya Menekan Angka Pernikahan Usia Dini

Ia menambahkan angka bunuh diri di Gunungkidul masih cukup tinggi, perempuan yang biasanya lebih peka dengan lingkungan dapat melaporkan hal-hal yang ganjil di lingkungannya.

"Jika diketahui tetangga kelihatan tingkah laku tidak seperti biasa seperti depresi, sakit tidak kunjung sembuh segera tanggap dan laporkan puskesmas setempat atau lapor kepada pak kades/camat agar dapat penanggulangan," jelasnya.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan ketertiban penyuluhan Direktorat pembinaan masyarakat (Kasubdit Bintibluh Dit Binmas) AKBP Sinungwati SH MIP yang menjadi pembicara mengatakan agar para perempuan terutama ibu-ibu agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan berita.

"Ibu-ibu jika mau membagikan berita harus berhati-hati dibaca dahulu agar tidak membagikan berita ujaran kebencian/hoaks yang dapat diproses secara hukum," terangnya.

Menurutnya jika ketahanan keluarga terbentuk dapat membentengi anggota keluarga dari narkoba, intoleransi, radikalisme.

"Tanyakan sandi gawai yang dipegang anak, jangan sampai terlibat dalam jaringan narkoba, intoleransi, radikalisme, serta untuk memantau anak agar terhindar dari pornografi," tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help