Magelang

Lestarikan Permainan Tradisional, Siswa SLB di Kota Magelang Diajak Main Dolanan

Mereka asyik bermain beraneka rupa permainan tradisional seperti gasing, kelereng, congklak, egrang, bakiak, dan balapan karung.

Lestarikan Permainan Tradisional, Siswa SLB di Kota Magelang Diajak Main Dolanan
IST
Anak-anak difabel siswa SLB-B YPPALB Kota Magelang, Jawa Tengah, tampak gembira, Selasa (17/4) pagi tadi. Mereka asyik bermain beraneka rupa permainan tradisional seperti gasing, kelereng, congklak, egrang, bakiak, dan balapan karung 

Menurut Budi, pemilihan permainan tradisional ini untuk mengenalkan, sekaligus melestariakan permainan tradisional karena saat ini permainan ini kurang diminati dan kalah dengan mainan berbahan plastik yang tidak ramah lingkungan.

"Kita lihat sekarang jarang sekali anak-anak mainan seperti ini, bahkan yang dijual kebanyakan mainan dari plastik. Kalau ini (mainan tradisional) terbuat dari bambu, kayu, batok kelapa, biji buah sawo dan lainnya," tutur Budi.

Baca: Lomba Dolanan Anak Tidak Hanya Diikuti Peserta dari DIY

Beragam permainan tradisional, mulai dari gasing, kelereng, congklak, egrang, bakiak, dan balapan karung.

Permainan itu disumbangkan organisasi sosial dari Singapura, Yayasan The Goog Exchange.

Lee Siew Yan, perwakilan yayasan The Good Exchenge Singapura, mengatakan, aneka permainan tradisional ini diberikan untuk membantu anak-anak difabel ini agar dapat bermain dan melatih fisik dan mental mereka.

Tidak hanya mainan yang diberikan, toilet, kamar mandi dan tempat cuci tangan juga dibangun untuk menunjang fasilitas sekolah.

Baca: Membentuk Karakter dan Melestarikan Budaya Melalui Lomba Dolanan Anak

"Kami sangat senang bisa membantu mereka, apa yang dibutuhkan mereka kami mendukung. Organisasi kami membantu di bidang lingkungan, pendidikan, kebersihan dan lainnya," ujarnya.

Lee mengaku baru pertama kali membantu anak-anak di SLB di Indonesia, khususnya di Kota Magelang, Jawa Tengah.

Namun organisasi yang sudah berdiri sejak 1 tahun lalu itu sudah melakukan aksi sosial di Nepal, Kamboja dan Philipina.

Dia pun berharap masyarakat dapat saling mendukung satu sama lain, terutama kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

"Kami harap semangat masyarakat Indonesia untuk saling support satu sama lain terus ada dan terus berkembang," ungkap Lee. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved