Home »

DIY

» Bantul

Bantul

KPU Bantul Lakukan Coklit Validitas Data Pemilih di Rumah Bupati Bantul

Kedatangan rombongan coklit yang dipimpin oleh Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara

KPU Bantul Lakukan Coklit Validitas Data Pemilih di Rumah Bupati Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Komisi Pemilihan umum (KPU) Bantul bersama Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu), Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) dan petugas panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih), melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) ke kediaman Bupati Bantul, Suharsono, di Sewon, Selasa (17/4/2018) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komisi Pemilihan umum (KPU) Bantul bersama Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu), Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) dan petugas panitia pendaftaran pemilih (Pantarlih), melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) ke kediaman Bupati Bantul, Suharsono, di Sewon, Selasa (17/4/2018) sore.

Kedatangan rombongan coklit yang dipimpin oleh Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara, untuk mencocokkan dan validasi data para pemilih, termasuk Bupati Bantul.

Selama coklit dilakukan, Bupati Bantul didampingi oleh sang Istri, Erna Kusmawati.

"Data coklit kepada pemilih itu penting sebagai fasilitas KPU kepada pemilih yang merupakan hak konstitusional warga negara,"ujar Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara, usai coklit data Bupati Bantul, Selasa sore.

Coklit sendiri akan dilaksanakan secara serentak selama satu bulan, dimulai dari Selasa (17/4/2018) sampai 17 Mei 2018 mendatang.

Untuk coklit perdana di Kabupaten Bantul, pihaknya mengaku akan melakukan kepada 5 tokoh masyarakat.

"Ada Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Ketua MUI Bantul, KH Kholiq Syifa, Bupati Bantul, Suharsono, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dan Sekda Bantul, Riyantono," terangnya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Suharsono, mengaku mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KPU Bantul atas kinerjanya untuk melakukan coklit dan validitas pada pemilih warga Bantul.

"Validitas data itu penting, supaya jangan sampai ada yang dobel, keliru atau sebagainya," ungkap bupati. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help