Home »

DIY

DIY

Ini Sebabnya Suhu Siang Hari di Yogya Terasa Panas Belakangan Ini

Prediksi musim kemarau di DIY akan terjadi di kisaran akhir April hingga pertengahan Mei 2018.

Ini Sebabnya Suhu Siang Hari di Yogya Terasa Panas Belakangan Ini
BMKG
grafis cuaca BMKG DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suhu maksimum di wilayah DIY dan sekitarnya sepekan terakhir mencapai 34 Celcius.

Sementara untuk malam hari tercatat suhu minimum mencapai 24 Celcius.

Bila suhu di siang hari terasa gerah dan panas memang wajar.

Hal disampaikan Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, Selasa (17/4/18).

Baca: Netrizen Geram Ketika Anak Berusia 2 Tahun Ini Dibiarkan Kedinginan di Suhu Minus Dua Derajat

Djoko menjelaskan, hasil pantauan cuaca di stasiun klimatologi BMKG Yogyakarta juga mencatat kelembaban udara yang masih cukup tinggi dengan kisaran 53-92 %.

Tingkat kelembaban yang cukup tinggi tersebut menjadi salah satu pemicu udara terasa panas dan gerah. 

"Salah satu sifat uap air adalah menyerap radiasi khususnya yang berasal dari bumi, akibatnya akan memicu suhu udara  menjadi lebih panas dan gerah," terang Djoko.

Lanjut Djoko, hal lain yang menyebabkan cuaca panas adalah pola angin dan arah angin berasal dari timuran.

Ini menunjukkan bahwa sebentar lagi di wilayah DIY akan memasuki musim kemarau. 

Baca: Penumpang Tersiram Air Panas di Pesawat, Garuda Digugat Rp11,25 M

Prediksi musim kemarau di DIY akan terjadi di kisaran akhir April hingga pertengahan Mei 2018.

Melihat tingkat kelembaban yang masih cukup tinggi maka potensi hujan ringan-sedang masih berpotensi muncul terutama di wilayah utara dan tengah DIY dengan skala lokal.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan terutama menghadapi cuaca yang cukup panas dan gerah ini. Serta bagi petani untuk bersiap menghadapi masuknya awal musim kemarau  selalu mengikuti pola tanam yang tepat dengan iklim yang akan terjadi," terang Djoko.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help