Gunungkidul

Diskominfo DIY Lakukan Kunjungan ke Sentra Industri Tahu dan Batik Gunungkidul

Dalam kunjungan ini pihaknya bersama media yang bertujuan untuk mengangkat sentra industri yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luar.

Diskominfo DIY Lakukan Kunjungan ke Sentra Industri Tahu dan Batik Gunungkidul
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Banyak potensi produk asli Gunungkidul belum tercium oleh wisatawan.

Hal tersebut mengemuka ketika Diskominfo DIY melakukan kunjungan ke tempat potensi produk Gunungkidul yaitu di sentra pembuatan tahu dan sentra pembuatan batik pada Selasa (17/4/2018).

Kabid Humas Diskominfo DIY, Ami Arsiharwani mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan rutin, dan diberi nama pers tour karena menggandeng media lokal yang ada di Yogyakarta.

"Hari ini akan berkunjung di sentra pembuatan tahu Sumber Gizi Abadi dan sentra pembuatan Batik Cangkring, waktu lalu kami berkunjung ke sentra pembuatan lampu, jadi tidak hanya berkunjung ke sentra industri unggulan saja tetapi juga ke produk lain," terangnya.

Dalam kunjungan ini pihaknya bersama media yang bertujuan untuk mengangkat sentra industri yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luar.

Baca: KPU Gunungkidul Lakukan Coklit Pertama ke Rumah Dinas Bupati Gunungkidul

"Sebelum melakukan kunjungan kami berkonsultasi terlebuh dahulu dengan pemerintah daerah Gunungkidul, menurut mereka sentra tahu dan batik masih belum terekspos media, kami juga mengajak wartawan yogyakarta untuk membantu sosialisasi," terangnya.

Satu diantara pemilik pabrik tahu Sakiyo (65) mengatakan pihaknya terkendala pada tenaga kerja, untuk bahan baku sudah dapat tercukupi.

"Kami tiap hari memproduksi 2 kuintal kedelai menjadi tahu, untuk bahan baku seperti kedelai dan kayu bakar tidak ada masalah, yang menjadi kendala adalah tenaga kerja hanya lima orang itupun kadang-kadang ada yang tidak masuk kerja," terangnya.

Baca: Pemkab Gunungkidul dan Polda DIY Gelar Penyuluhan Bersama Organisasi Perempuan

Selanjutnya ia menceritakan bahwa tiap harinya dapat meraup untung sebesar 210-230 ribu.

"Jika tidak ada kendala, seperti kerusakan alat produksi, kami bisa meraup untung 210-230 ribu per harinya," ungkapnya.

Hal yang berbeda diungkapkan oleh Ketua Kelompok batik tulis cangkring Muji Lestari pihaknya terkendala pada pemasaran produk.

"Kami masih terkendala dengan penasaran produk, dalam industri batik banyak persaingan, serta harga batik tulis memang lebih tinggi dari pada batik printing ataupun cap karena dan juga lebih rumit dalam pembuatannya, dalam sebulan maksimal menjual 8-10 batik," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved