DIY

Dinsos DIY Bantah Terapkan Karantina Bagi Gepeng

Menurutnya, yang dilakukannya itu merupakan suatu langkah kohesif, dalam rangka rehabilitasi sosial awal.

Dinsos DIY Bantah Terapkan Karantina Bagi Gepeng
Tribun Jogja/Suluh
Razia gepeng. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Sosial (Dinsos) DIY membantah adanya praktik karantina di sebuah ruangan di camp assesment, hingga tidak boleh keluar selama tiga hari lamanya, kepada pada gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring razia.

Kasi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Napza Dinsos DIY, Baried Wibawa, mengatakan bahwa saat para gepeng pertama di bawa ke lokasi penampungan, mereka memang ditempatkan di ruang penerimaan, sebelum dimasukkan ke camp assessment.

Namun, ia memastikan, pihaknya sama sekali tidak menerapkan sistem karantina, apalagi sampai tiga hari penuh tak boleh keluar dari ruangan.

Menurutnya, yang dilakukannya itu merupakan suatu langkah kohesif, dalam rangka rehabilitasi sosial awal.

"Kami pastikan, tidak ada itu, tiga hari full karantina. Merkeka tetap kami berikan keleluasaan untuk keluar masuk. Sehingga, kalau dikatakan penahanan, ya tidak. Camp itu bukan penahanan," katanya, Selasa (17/4/2018).

Baca: Camp Assesment Dinilai Tidak Manusiawi, Forkomaba Mengadu ke LO DIY

Baried menuturkan, langkah tersebut ditempuh, sebagai upaya pengkondisian, agar para gepeng yang terjaring operasi, ke depannya bisa mengikuti kegiatan di camp assessment dengan baik.

"Mereka memang harus berada di camp itu, untuk melakukan kegiatan-kegiatan, termasuk juga rehabilitasi awal, lalu ada bimbingan sosial dan sebagainya. Tapi, tidak ada itu istilahnya penahanan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Aparatur Pemerintah Daerah LO DIY, Suki Ratnasari, menilai pelatihan yang diterima para gepeng di camp assessment selama ini, hanyalah seputar perubahan paradigma saja, sehingga bukan mengajarkan sebuah keterampilan.

"Padahal, di situ mereka berharap ada pelatihan keterampilan, sehingga saat keluar sudah punya konsep. Kalau pelatihan soal paradigma, ya skill-nya tidak didapat," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved