Kriminal

Buronan Pemalsu Dokumen Tanah TNI AD Ditangkap Tim Intel Korem 072/Pamungkas Yogyakarta

Kata Danrem, mengenai penanganan lebih lanjut tersangka akan diserahkan kepada pihak Bareskrim.

Buronan Pemalsu Dokumen Tanah TNI AD Ditangkap Tim Intel Korem 072/Pamungkas Yogyakarta
IST
Komandan Resort Militer (Danrem) 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Muhammad Zamroni saat memberikan keterangan terkait penangkapan buronan pemalsu dokumen tanah milik TNI AD. Selasa (17/4/2018). 

Lanjut Danrem, mengenai penanganan lebih lanjut tersangka akan diserahkan kepada pihak Bareskrim.

Pencarian dan penangkapan teraebut dilakukan usai Joned terbukti memalsukan dokumen, dimana karena aksinya itu membuat pihaknya menderita kerugian materil terkait hilangnya tanah yang memiliki luas sekitar 4000 meter persegi tersebut.

"Untuk proses lanjut ditangani Mabes Polri, dengan tertangkapnya buronan ini mudah-mudahan menjadi genderang untuk mempertahankan setiap jengkal tanah milik negara," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Korem 072/Pemungkas, Kolonel Kav. Wiratno mengatakan bahwa setelah Joned kabur pihaknya mendapat informasi bahwa ke Yogyakarta.

Menurutnya, apa yang dilakukan pihaknya semata-mata untuk membantu pihak Kepolisian untuk menangkap buronannya.

Baca: Korem 072/Pamungkas Gelar Latihan Posko Penanggulangan Bencana di Kodim 0709/Temanggung

"Kita hanya membantu mengamankan, dan tidak ada salahnya membantu. Saat diamankan buronan sedang sembunyi, setelah ini akan dijemput Bareskrim dan dibawa ke Jakarta untuk diproses lebih lanjut," ujarnya.

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes Pol. Surawan SIK mengatakan, pihaknya selama ini sudah mengejar Joned usai mangkir dari panggilan pihaknya.

Diungkapkannya, bahwa pihaknya akan melakukan penyerahan dan selanjutnya memproses Jodea lebih lanjut.

"Kita pidanakan karena dia lakukan penggunaan keterangan palsu dalam pakta otentik. Setelah jadi tersangka dia mengajukan gugatan praperadilan, dan usai dinyatakan kalah malah kabur. Makanya menjadi buronan kami," katanya.

Ditambahkannya, setelah melengkapi berkas pemeriksaan, berkas akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Mengingat kasus ini ditangani oleh Bareskrim.

"Untuk tersangka akan dikenakan Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved