Kulonprogo

PT Angkasa Pura Properti Tunda Pemagaran di Area Penolak Bandara

Pihak PT Angkasa Pura Properti (APP) memilih menunda pemasangan pagar hingga eksekusi pengosongan lahan dilakukan

PT Angkasa Pura Properti Tunda Pemagaran di Area Penolak Bandara
IST
Pekerja tengah memasang pagar di tepian lahan pembangunan bandara dekat muara Sungai Bogowonto, Desa Jangkaran, Temon, Senin (16/4). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Lahan pembangunan bandara di Temon yang belum terpasangi pagar di wilayah Sidorejo, Desa Glagah tersisa panjang kurang dari 100 meter.

Namun begitu, pihak PT Angkasa Pura Properti (APP) memilih menunda pemasangan pagar hingga eksekusi pengosongan lahan dilakukan oleh PT Angkasa Pura I.

Hal itu lantaran batas tepian lahan pembangunan bandara yang harus dipagari di wilayah tersebut berdekatan dengan pemukiman warga penolak bandara.

Pun pada pengerjaan pagar beberapa waktu lalu diwarnai bentrok antara petugas kepolisian dengan kelompok warga tersebut.

Untuk menjaga suasana tetap kondusif, APP memilih untuk menunda pengerjaan pagar di wilayah itu dan akan dikerjakan belakangan.

"Sebetulnya hanya kurang di petak dekat satu rumah saja. Namun, kami menunda dulu pengerjaannya supaya suasana di tengah masyarakat tetap kondusif," jelas Pimpinan Proyek Pemagaran Lahan Pembangunan Bandara dsri APP, Arief Budiman, Senin (16/4/2018).

Baca: Kawasan Bandara Kulonprogo Rawan Fluktuasi Jumlah Pemilih

Diperkirakannya pemagaran di Sidorejo baru akan dilakukan setelah tahapan eksekusi pengosongan lahan dilakukan AP I.

Dengan begitu, jajaran kepolisian tidak perlu bekerja dua kali dalam melakukan pengamanan.

Pengamanan oleh polisi bisa dilakukan saat eksekusi dan setelah itu pemagatan bisa dilanjutkan dengan leluasa hingga tuntas.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help