TribunJogja/
Home »

DIY

» Sleman

Sleman

Pada 2017 Benih Ikan Menjadi Produk Mayoritas di Stasiun KIPM Yogyakarta

Pada 2017 lalu benih ikan menjadi produk mayoritas yang melalui Stasiun KIPM Yogyakarta

Pada 2017 Benih Ikan Menjadi Produk Mayoritas di Stasiun KIPM Yogyakarta
IST
Perwakilan Kepala BKIPM KKP RI dan para tamu undangan saat pelepasan merpati di sela-sela peresmian acara Pencanangan Pekan Pelayanan Publik BKIPM 2018, Senin (16/4/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pada 2017 lalu benih ikan menjadi produk mayoritas yang melalui Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Yogyakarta.

Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun KIPM Yogyakarta, Hafit Rahman pada acara Pencanangan Pekan Pelayanan Publik BKIPM 2018, Senin (16/4/2018) di Kantor Stasiun KIPM Yogyakarta.

Hafit menerangkan bahwa untuk kegiatan domestik luar, domestik asing dan keperluan ekspor produk benih ikan masih mendominasi di wilayah DI Yogyakarta, baik itu benih ikan mas, bawal, lele dan terutama benih ikan tawar.

"Dibandingkan dengan ikan konsumsi, kita juga punya dari domestik luar berupa kepiting kemudian lobster tapi keseluruhan yang paling banyak itu adalah benih ikan," jelasnya.

Baca: Dibangun Sejak 1990an, Masjid di Sleman Ini Akhirnya Direnovasi

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan DIY, bahwa wilayah DIY yang lebih banyak adalah produksi benih dibandingkan budidaya ikan konsumsi dikarenakan kondisi wilayahnya yang kecil.

Sementara Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY, Budi Masturi mengingatkan bahwa BKIPM agar terus mengoptimalkan kinerja dan mengedepankan inovasi dalam pelayanannya kepada masyarakat.

Hal ini tambahnya, mengingat bahwa ekspektasi masyarakat selalu lebih tinggi dibandingkan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini BKIPM.

"Saya kira kecepatan perkembangan teknologi ini yang perlu direspon dengan berbagai inovasi, inovasi dengan berbagai deregulasi. Jadi perlu dilihat lagi berbagai aturan yang ada apakah masih relevan dengan kondisi saat ini, karena ekspektasi pengguna layanan selalu lebih cepat,  sehingga kalau regulasi yang ada tidak mendukung itu maka akan tertinggal," jelasnya. (tribunjogja.com)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help