Internasional

Kelompok Militan HTS Mobilisasi Pasukan di Idlib Selatan

HTS akan terus melaju merebut kota penting Daret Izza, yang akan menghubungkan wilayah Idlib dengan bagian barat Kota Aleppo.

Kelompok Militan HTS Mobilisasi Pasukan di Idlib Selatan
internet
Ribuan personil HTS yang semula bernama Jabhat al-Nusra atau Front Nusra, bergerak menggunakan ratusan mobil dan truk pembawa tank dan artileri, menuju basis-basis rivalnya, kelompok Jabhat Tahrir Souriya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT – Negara Republik Arab Suriah masih harus menghadapi jalan panjang perdamaian di negerinya.

Meski berhasil membebaskan Ghouta Timur dari pendudukan kelompok teroris, gerakan pemberontak masih tampak nyata di wilayah lain.

Jaringan berita Al Masdar News menayangkan rekaman video mobilisasi besar-besaran kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) di selatan Provinsi Idlib, Senin (16/4/2018).

Ribuan personil HTS yang semula bernama Jabhat al-Nusra atau Front Nusra, bergerak menggunakan ratusan mobil dan truk pembawa tank dan artileri, menuju basis-basis rivalnya, kelompok Jabhat Tahrir Souriya.

HTS sebelumnya telah merebut 10 titik yang semula dikontrol Jabhat Tahrir Souriya di Khan Sheykoun di sebelah utara jalur menuju Kota Hama.

Gerakan HTS yang disokong koalisi Arab dan Barat, dan kelompok ini diyakini cabang Al Qaeda di Suriah, tidak akan berhenti di Khan Sheykoun.

Mengutip sumber aktivis kelompok oposisi, HTS akan terus melaju merebut kota penting Daret Izza, yang akan menghubungkan wilayah Idlib dengan bagian barat Kota Aleppo.

Sesudah membebaskan Ghouta Timur dan mengamankan Damaskus, pasukan Suriah sekarang fokus di front selatan, guna menumpas kelompok ISIS yang bercokol di Yarmouk.

Serangan rudal AS, Inggris, Prancis di sisi lain membangkitkan kembali semangat kelompok pemberontak yang melawan pemerintahan Bashar Assad.

Serangan sepihak itu mendapat dukungan Turki, Yordania, Arab Saudi, UEA yang pangkalan militernya jadi titik-titik pemberangkatan pesawat tempur agresor.

Inggris menggunakan pangkalan militer di Siprus, saat jet tempur Tornado mereka melancarkan serangan rudal ke Suriah.

Versi Kemenhan Rusia, dari 105 rudal yabg diluncurkan, 71 di antaranya ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran.

Sistem pertahanan udara Suriah yang menggunakan senjata antirudal era Uni Soviet, dinilai masih efektif menangkal serangan musuh.(Tribunjogja.com/AMN/ xna

Penulis: xna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help