TribunJogja/

Kulonprogo

Kawasan Bandara Kulonprogo Rawan Fluktuasi Jumlah Pemilih

Hal ini akan berpengaruh terhadap penambahan atau penyusutan jumlah pemilih dalam Pemilihan Umum 2019.

Kawasan Bandara Kulonprogo Rawan Fluktuasi Jumlah Pemilih
internet
panwaslu

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kawasan sekitar lokasi pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dinilai sebagai wilayah dengan potensi perpindahan penduduk cukup tinggi.

Hal ini akan berpengaruh terhadap penambahan atau penyusutan jumlah pemilih dalam Pemilihan Umum 2019.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kulonprogo saat ini tengah melakukan pemetaan kawasan rawan pembengkatan dan penyusutan jumlah pemilih.

Kawasan sekitar NYIA serta area seputar perguruan tinggi termasuk dalam fokus utama pengawasan.

Adapun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo telah menetapkan 1.258 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2019.

Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Kulonprogo, Ria Harlinawati, Senin (16/4/2018) mengatakan beberapa wilayah sekitar lokasi pembangunan bandara yang rawan terjadi pembengkakan daftar pemilih antara lain Kecamatan Temon serta sebagian wilayah Panjatan dan Kokap.

Sedangkan Kecamatan Wates dan Pengasih rawan terjadi pasang surut daftar pemilih tetap karena terdapat perguruan tinggi dengan junlah mahasiswa cukup banyak.

Baca: Pemkab Kulonprogo Sebarkan Semen Sapi Gratis untuk Peternak

"Panwas akan lebih fokus di dua kategori wilayah itu terkait jumlah pemilihnya sehingga KPU tetap bisa melakukan pekerjaan sesuai aturan yang ada," kata Ria.

KPU Kulonprogo sendiri akan melakukan pendataan pemilih melaui pencocokan dan penelitian (coklit) pada 17 April mendatang.

Tahapannya dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemutakhiran Pemilih (Pantarlih) di tiap desa bersama petugas Panwas desa.

Setiap petugas menurut Komisioner KPU Kulonprogo, Marwanto, tekag diberikan berkas data penduduk berdasar coklit untuk Pilkada 2017 lalu.

Di antaranya berupa berkas digital yang akan dijadikan pedoman coklit untuk Pemilu 2019.

"Daerah rawan naik turunnya jumlah penduduk akan kami catat sepenuhnya," kata dia.

Bersama Panwas, pihaknya juga telah memberikan bimbingan teknis kepada petugas. Sehingga, hasil coklit nantinya bisa menjadi jaminan bahwa pemilih memperoleh haknya dalam Pemilu mendatang.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help