Home »

Jawa

Jawa

Akademisi dan Peneliti Digandeng Untuk Pecahkan Masalah Kemiskinan di Kota Magelang

Pemerintah Kota Magelang menggandeng dari UNS untuk berkolaborasi dengan dalam penanganan masalah kemiskinan.

Akademisi dan Peneliti Digandeng Untuk Pecahkan Masalah Kemiskinan di Kota Magelang
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, menyambut baik kolaborasi dengan UNS untuk melakukan penelitian terkait penanggulangan kemiskinan yang ada di Kota Magelang melalui CSR, dalam Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Kemiskinan, di Hotel Trio Kota Magelang, Senin (16/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang menggandeng kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk meneliti terkait fenomena kemiskinan yang ada di Kota Magelang.

Harapannya ada formula jitu untuk menurunkan angka kemiskinan.

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan, pihaknya telah memiliki banyak program dan kebijakan untuk pengentasan kemiskinan, namun hal itu belum berdampak maksimal terhadap penurunan angka kemiskinan.

Ia mengatakan perlunya menggandeng pihak akademisi untuk membantu memecahkan masalah tersebut.

PIhaknya menggandeng dari UNS untuk berkolaborasi dengan dalam penanganan masalah kemiskinan.

"Kami Oleh karena itu kami harapkan kolaborasi ini membuahkan hasil bagaimana langkah pemerintah untuk dapat menghapus masalah kemiskinan yang ada di Kota Magelang ini," ujar Windarti, Senin (16/4/2018), di sela acara Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Kemiskinan, di Hotel Trio Kota Magelang.

Lanjut Windarti, Penelitian ini kaitannya dengan pelibatan Corporate Social Responsibility (CSR) pada program pengentasan kemiskinan.

Pihaknya pun bersiap melakukan kolaborasi dengan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) .

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Joko Soeparno mengatakan, penelitian yang dilakukan oleh UNS adalah untuk mengetahui sejauh mana peran CSR/Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam program pengentasan kemiskinan dan mengevaluasi kemungkinannya untuk bisa diefektifkan dan disinergikan.

Baik dengan program pemerintah maupun antara TJSL yang satu dengan yang lainnya, sehingga lebih maksimal dalam rangka penurunan angka kemiskinan di Kota Magelang.

"Saat ini, kita juga sedang melakukan mekanisme pemutakhiran mandiri (MPM) untuk mengetahui data kemiskinan by name by address. Sesuai data yang ada, angka kemiskinan di Kota Magelang tahun 2017 mencapai 8,75 persen atau sekitar 10 ribu jiwa," jelas Joko.

Sementara itu, seorang peneliti dari UNS, Ruthiana Wayunengseh mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, pihaknya rutin menjalin kerjasama dengan Pemkot Magelang terkait program-program yang dilaksanakan.

"Untuk kali ini, penelitian yang kami lakukan terkait kemiskinan di Kota Magelang. Kebetulan penelitian ini disetujui oleh kampus, sehingga kami bekerjasama dengan Pemkot Magelang," katanya. (*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help