TribunJogja/

Kota Yogyakarta

Prosesi Labuhan Ageng Kraton Yogyakarta akan Dilakukan di Empat Titik Berbeda

Rencananya, prosesi labuhan Kraton Yogyakarta akan dilakukan di empat titik berbeda.

Prosesi Labuhan Ageng Kraton Yogyakarta akan Dilakukan di Empat Titik Berbeda
Tribun Jogja/ Rizki Halim
Keraton Ngayogyokarta menggelar prosesi Sugengan yang dihadiri oleh para abdi dalem serta kerabat keraton, Minggu (15/4/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki tahun Dal, pada tahun ini prosesi labuhan yang merupakan bagian dari peringatan jumenengan dalem akan dilakukan oleh Keraton Ngayogyakarta.

Rencananya, prosesi labuhan Kraton Yogyakarta akan dilakukan di empat titik berbeda.

Berbeda pada labuhan di tahun-tahun biasa, di acara labuhan yang dilaksanakan setiap 8 tahunan kali ini akan dilakukan di empat penjuru berbeda, labuhan tahun dal juga disebut sebagai 'Labuhan Ageng'.

Empat lokasi tempat ubarampe akan dilabuh dalam labuhan ageng tahun ini antara lain, Pantai Parangkusumo, Gunung Merapi, Lawu dan Dlepih Wonogiri.

"Karena ini tahun dal maka labuhannya disebut Labuhan Ageng, dimana ubarampe yang dilabuh apabila biasanya 3 tempat yaitu Parangkusumo, Merapi dan Lawu, namun untuk Labuhan Ageng akan ditambah dengan Dlepih, Wonogiri," papar Wakil Penghageng Tepas Tandha Yekti, KPH Yudahadiningrat, Minggu (15/4/2018).

Prosesi labuhan sendiri merupakan upaya menghilangkan hal-hal negatif yang diwakilkan dalam wujud ubarampe untuk kemudian dilabuh agar dapat menjadi lebih baik.

Salah satunya yang dilabuh adalah apem yang sudah dibuat melalui prosesi ngapem sehari sebelumnya, apem sebdiri memiliki makna sebagai ungkapan permohonan maaf atau ampunan.

"Dilabuh itu artinya hal-hal yang kurang baik, dibersihkan supaya dapat menjadi lebih baik usai dilakukan labuhan," pungkas KPH Yudahadiningrat. (*)

Penulis: Rizki Halim
Editor: ton
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help