Kota Yogyakarta

Ditlantas Polda DIY Berharap Pemda DIY Tambah Kantong Parkir di Sirip Malioboro

Hal tersebut, bertujuan untuk memberikan akses lebih pada wisatawan yang berkunjung.

Ditlantas Polda DIY Berharap Pemda DIY Tambah Kantong Parkir di Sirip Malioboro
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Alat berat digunakan untuk mengeruk aspal bagian jalur lambar di jalan Malioboro, kota Yogyakarta, Senin (12/3/2018). Sisi barat yang penuh dengan pedagang kaki lima dan pertokoan tersbeut akan dibongkar dan dikerjakan secara bertahap. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebelum resmi ditetapkan sebagai kawasan semi pedestrian, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk memperbanyak jumlah kantong parkir di sirip-sirip Malioboro.

Direktur Ditlantas Polda DIY (Dirlantas), Kombes Pol Latif Usman, mengatakan bahwa penambahan kantong parkir di kawasan Malioboro adalah hal yang mendesak.

Hal tersebut, bertujuan untuk memberikan akses lebih pada wisatawan yang berkunjung.

"Jadi, yang harus dipersiapkan sebelum (Malioboro) ditetapkan sebagai kawasan semi pedestrian, ya diperbanyak dulu kantong-kantong parkir. Dimana? Ya di sirip-sirip Malioboro itu," katanya.

Menurut Latif, mengoptimalkan sirip-sirip Malioboro untuk dijadikan kantong parkir, merupakan salah satu pilihan yang bisa ditempuh Pemda DIY.

Sehingga, para wisatawan yang datang menggunakan kendaraan pribadi, tidak harus berjalan kaki terlalu jauh.

"Dipilih sirip-sirip mana yang bisa dihadirkan kantong parkir. Orang ke sini, lebih baik masuk Malioboro dengan jalan kaki, atau kendaraan tradisional," ucapnya.

Latif pun menyarankan, supaya peran moda transportasi tradisional, seperti andong dan becak, bisa turut dimaksimalkan.

Dalam artian, dari kantong parkir, wisatawan bisa diangkut menuju kawasan Malioboro menggunakan dua kendaraan non mesin itu.

"Ya, jadi nanti dari situ (kantong parkir), diangkut pakai andong dan becak. Nah, otomatis ekonomi kerakyatan ikut tumbuh juga di sini, dengan memaksimalkan angkutan tradisional itu," jelasnya.

Secara garis besar, Latif menuturkan, pihaknya sangat mendukung wacana Pemda DIY, untuk menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian.

Dengan begitu, tambahnya, wisatawan yang datang, bisa lebih menikmati jantung perekonomian Yogyakarta itu.

"Kalau tidak ada kendaraan bermotor yang masuk, ya malah bagus to. Apalagi, Malioboro terkenal dengan lesehannya. Kalau pas lagi makan, duduk-duduk di pinggir jalan, kan lebih nyaman kalau tidak ada lalu lalang kendaraan bermotor di depannya" tuturnya.

"Kami sangat mendukung, kunjungan wisata yang bebas kendaraan bermotor. Lalu, manfaatkan andong dan becak, tapi bukan becak yang bermotor," imbuh Latif. (*)

Penulis: aka
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved