TribunJogja/

Buah Bibir

Bermula Belajar Budaya, Monalia Jatuh Cinta pada Seni Tari

Gerakannya yang halus, gemulai dan lembut mampu menyedot perhatian para penonton yang datang.

Bermula Belajar Budaya, Monalia Jatuh Cinta pada Seni Tari
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Monalia Yuliana 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Monalia Yuliana menari lenggak-lenggok dengan halus dan menawan dalam ajang Jogja Kreatif #54 yang digelar di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Minggu (15/4/2018) pagi,

Ia memakai pakaian tari lengkap, berselendang dan bermahkota selayaknya putri kerajaan.

Gerakannya yang halus, gemulai dan lembut mampu menyedot perhatian para penonton yang datang.

Ketika ditemui usai menari, alumni Universitas Negeri Yogyakarta ini menjelaskan, tari yang baru saja dipentaskan bersama teman-temannya merupakan tari Golek Suku Dayung.

Ia mendapatkan pelajaran seni tari tersebut dari sanggar Sekar Mayang, Kotagede.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kecintaannya pada seni tari sebenarnya sudah dimulai sejak usia belia. Namun, baru terlaksana untuk serius menari ketika menginjak usia kuliah.

"Dari kecil saya memang suka tari, ingin ikut sanggar, namun tidak kesampaian. Baru kemudian saat tengah menyelesaikan skripsi, ada banyak waktu luang, saya daftar ke sanggar," terang dia, Minggu (15/4/2018)

Mona, sapaan akrabnya, mengaku kecintaannya pada seni tari semakin menggebu ketika di bangku kuliah dirinya banyak belajar tentang kebudayaan.

"Saya alumni Pendidikan Bahasa Daerah. Banyak mempelajari bahasa jawa budaya, hingga sastra. Paling senang pelajaran tentang budaya, hingga akhirnya jatuh hati sama seni tari," jelas Mona.

Saat ini secara perlahan ia mengaku mulai serius belajar tari. Beberapa gerakan tari sudah ia pelajari, diantaranya, Sari Kusumo, Retno Asri dan golek suku dayung.

"Dulu saya juga pernah belajar tari Pusposari, tetapi gerakannya belum hafal," aku dia.

Diakui Mona, memulai belajar tari yang paling susah adalah bagaimana menghafal secara rinci setiap gerakan dan cara memainkanya secara halus dan lembut.

"Jadi harus benar-benar pelan," jelasnya.

Kendati demikian, kedepan, ia mengaku lebih tekun lagi belajar tari, karena ada beberapa seni tari yang akan dipelajari, termasuk tari golek Ayun-ayun. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help