Mikke dan Rina, Lestarikan Buku Melalui Dicti Art Laboratory

Mikke dan Rina, lestarikan buku melalui Dicti Art Laboratory yang didirikan di rumahnya.

Mikke dan Rina, Lestarikan Buku Melalui Dicti Art Laboratory
Tribun Jogja/ Cristi mahatma Wardhani
Mikke Susanto dan Rina Kurniati, pendiri Dicti Art Laboratory bersama buku koleksinya. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Tangga umumnya memiliki pagar, bisa terbuat dari kayu, besi atau bahan lain.

Namun ada yang unik dalam rumah milik Mikke Susanto (44), pagar di tangganya adalah susunan buku.

Mikke Susanto,seorang dosen dan kurator seni itu memiliki puluhan ribu buku di rumahnya.

Saking banyaknya, ia bahkan kekurangan rak buku.

"Buku yang paling tua sih tahun 1800an, ada juga komik tahun 1960an. Banyak buku dari koleksi Soekarno. Saya koleksi buku-buku lama, koran lama, poster bioskop, lukisan, iklan produk lama, banyak. Ini aja raknya masih kurang," kata Mikke.

Ia bersama istri, Rina Kurniati kemudian mengumpulkan buku apapun, yang terkait dengan senirupa dan sejarah.

Tahun 2010, pasangan tersebut mendirikan sebuah lembaga privat Dicti Art Laboratoty.

Lembaga tersebut merupakan laboratorium kajian seni rupa.

"Dicti itu dari Dictionary, bebarengan dengan terbitnya buku saya Diksi Rupa. Saya dan istri melihat kurangnya infrastruktur seni. Jadi kami berupaya untuk mengumpulkan arsip, dokumen, buku, pustaka," terang sosok gondrong tersebut.

Ayah dua anak itu mengatakan melalui koleksinya, ia bisa melestarikan karya seni.

Selain itu, ia juga bisa melakukan penelitian, menulis artikel, menulis buku, melalui koleksi-koleksinya.

"Jangan salah, buku juga aset negara. Sekarang kalau buku-buku lama dibeli oleh negara lain, bagaimana kita bisa baca. Kita mesti belajar jauh, padahal itu buku milik kita," terangnya.

Rina Kurniati, memiliki kecintaan membaca buku, sama seperti suaminya. Namun ia lebih suka dengan sejarah. Meski tidak ada anggaran untuk buku, Ria mengatakan tidak pernah keberatan berapa pun harganya untuk beli buku.

"Kalau Pak Mikke lebih ke senirupa, kalau saya lebih suka sejarah. Buku itu jendela dunia, bisa banyak belajar, bisa untuk melahirkan buku baru.Makanya saya nggak pernah protes berapa harga buku," kata Rina. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help