Bantul

Minimalisir Debu di Lokasi AMP Bantul, Operator Pakai Media Air

Mengantisipasi keluhan warga soal polusi udara berupa debu, operator telah mengoperasikan sistem pengolahan limbah debu dengan dibantu air.

Minimalisir Debu di Lokasi AMP Bantul, Operator Pakai Media Air
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Bekas peralatan Asphalt Mixing Plant (AMP) lama yang masih berdiri di Dusun Bungsing, Guwosari, Pajangan, Bantul, Jumat (13/4/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Harjito, tenaga temporer yang biasa memberi konsultasi teknis pihak operator yang akan mengoperasikan AMP di Desa Guwosari, Pajangan, Bantul mengatakan, aktifitas AMP akan tetap mengeluarkan suara karena di dalamnya terdapat gesekan partikel batu dan besi

Hanya saja, dalam prakteknya, suara yang ditimbulkan bisa diminimalisir namun tidak bisa dihilangkan sama sekali.

"Jadi kiranya perlu dimaklumi soal kondisi ini. Aktifitas dalam operasional AMP akan tetap ada suara tapi tidak begitu keras," kata Harjito ketika sosialisasi.

Sementara terkait keluhan warga soal polusi udara berupa debu, Harjito juga telah mengupayakan antisipasi hal ini dengan mengoperasikan sistem pengolahan limbah debu dengan dibantu air.

Dengan demikian, debu sisa pengolahan aspal tidak secara langsung dibuang ke udara.

"Tetap ada polusi tapi (debu) tidak akan sampai berhamburan ke udara (dalam jumlah banyak). Karena asap dan debu sisa hasil pengolahan aspal diserap terlebih dahulu oleh media air. Sudah kita praktekkan di AMP Pedan (Klaten, Jawa Tengah)," kata Harjito.

Sebagai tindak lanjut atas sosialisasi dalam operasional AMP ini, Harjito meminta akan nantinya bisa dikelola secara bersama-sama dengan masyarakat.

Pihak operator menurutnya siap berkomunikasi jika saat operasional ada hal-hal yang kurang berkenan. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help