Internasional

Ngeri, Pameran Ini Gunakan Mayat Sungguhan Yang Diawetkan

Ngeri,pameran bertajuk 'Real Bodies: The Exhibition' digelar di Sydney, Australia ini gunakan mayat sungguhan yang diawetkan

Ngeri, Pameran Ini Gunakan Mayat Sungguhan Yang Diawetkan
The Sun
Mayat sungguhan yang dipamerkan di Sydney, Australia. 

TRIBUNJOGJA.COM - Baru-baru ini, pameran bertajuk 'Real Bodies: The Exhibition' digelar di Sydney, Australia.

Pameran itu bertujuan untuk memperkenalkan sistem kerja tubuh manusia.

Seperti TribunJogja.com kutip dari The Sun, pameran itu menggunakan mayat sungguhan yang diawetkan.

Mayat dalam pameran tersebut disediakan oleh Dalian Medical University Biology Plantation di China.

Namun setelah pameran digelar, muncul kekhawatiran dari sejumlah pihak, bahwa mayat yang dipamerkan adalah korban tahanan politik, yang tidak secara suka rela menyumbangkan tubuhnya.

Mereka curiga 20 mayat dan 200 organ tubuh di pameran itu diperoleh secara paksa.

"Asal mula benda-benda ini telah dipertanyakan, dan mereka diyakini berasal dari Tiongkok - baik tahanan terpidana mati, atau tahanan yang disiksa," kata Sophia Bryskine, juru bicara Doctors Against Forced Organ Harvesting (Dokter Melawan Pemaksaan Pengambilan Organ Tubuh).

Menurut Sophia, kemungkinan tahanan yang diawetkan jasadnya adalah penganut Falun Gong, sebuah agama terlarang di China.

Di tahun 1990-an, ribuan orang penganut Falun Gong dipenjara, disiksa, dilecehkan dan dibunuh.

Sedangkan penyelenggara pameran mengatakan bahwa kekhawatiran itu menyinggung pihaknya.

Namun, mereka tidak dapat menunjukkan bahwa orang yang jasadnya diawetkan itu, telah menyetujuinya semasa hidup.

Tom Zaller, penanggung jawab pameran hanya menjelaskan bahwa mayat-mayat itu berasal dari China, tetapi tak dapat menunjukkan dokumen asal-usulnya.

Adapun Hong Jin Sui, Profesor Anatomi Dalian Medical University Biology Plantation menegaskan, mayat yang mereka terima adalah legal.

"Kami hanya menerima spesimen yang telah disumbangkan secara hukum, bebas dari penyakit menular dan dinyatakan meninggal karena sebab alami," ungkap Hong. (*)

Penulis: say
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help