Gunungkidul

Agar Tidak Kehilangan Jati Diri, Generasi Muda Diharapkan Terlibat dalam Penulisan Buku Sejarah

Generasi muda tetap dilibatkan dalam penulisan buku sejarah desa menggunakan bahasa Jawa.

Agar Tidak Kehilangan Jati Diri, Generasi Muda Diharapkan Terlibat dalam Penulisan Buku Sejarah
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Bupati gunungkidul setelah memberikan hadiah kepada para pemenang penulisan buku sejarah desa pada hari, Kamis (12/4/2018) di Bangsal Sewokoprojo. 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Generasi muda tetap dilibatkan dalam penulisan buku sejarah desa menggunakan bahasa Jawa.

Hal tersebut diungkapkan oleh juara lomba penulisan buku sejarah desa, Supardal, saat menerima hadiah lomba penulisan buku sejarah desa menggunakan bahasa Jawa, Kamis (12/4/2018) di Bangsal Sewokoprojo.

"Kami melibatkan anak muda dalam hal ini karang taruna desa untuk penyusunan buku mereka lebih ke teknisnya," katanya.

Ia juga mengharapkan dengan terlibatnya anak muda dalam penulisan buku generasi penerus tidak kehilangan jati dirinya sebagai warga Yogyakarta.

"Kami menanamkan kepada masyarakat cinta pada budaya serta menghormati jasa para leluhur, dan membentuk karakter generasi jaman sekarang menjadi generasi yang tidak kehilangan jati diri sebagai orang Jogja," terangnya.

Baca: Mengenang Serbuan Kotabaru, Dinas Kebudayaan Yogya Gelar Seminar Sejarah dan Jelajah Budaya

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Siti Isnaini Dikoningrum mengatakan tujuan diadakan lomba penulisan sejarah desa agar para generasi penerus dapat mengetahui sejarah desanya serta dapat menarik wisatawan.

"Kami bertujuan untuk mengedukasi para generasi muda agar mengetahui sejarah desanya, kami mendapat data dari dirjen kebudayaan bahwa 60 persen wisatawan asing ingin mengetahui sejarah tempat yang dikunjungi," terangnya.

Ia juga menuturkan bahwa acara ini melebih target yang sudah ditentukan, target pertama adalah 25 tetapi realisasinya peserta mencapai 31 desa.

"Sekarang sudah 31 yang mengikuti target 25. Tahun depan kan dilanjutkan target setiap tahun ada 25 desa yang mengikuti," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help