Gunungkidul

Samsat Gunungkidul Gandeng Perangkat Desa Maksimalkan Pendapatan Pajak Kendaraan

Jika masyarakat tidak membayar pajak akan rugi karena nantinya dibebankan denda sebesar 49 persen pertahun dari jumlah pokok pajak.

Samsat Gunungkidul Gandeng Perangkat Desa Maksimalkan Pendapatan Pajak Kendaraan
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja.com, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pelayanan kantor Sistem Administrsi Manunggal Satu Atap (Samsat) Gunungkidul bekerjasama dengan perangkat desa untuk memaksimalkan pendapatan dari pajak kendaraan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi pendaftaran dan penetapan pajak, Kantor Samsat Gunungkidul Singgih Margono, saat dihubungi Tribunjogja, Rabu (11/4/2018).

"Kita bekerjasama dengan perangkat desa, karena merekalah yang memahami kondisi dimasyarakatnya," jelasnya.

Singgih mengatakan di Gunungkidul terdapat kurang lebih 267 ribu wajib pajak, jumlah yang tidak membayar pajak hingga 2018 mencapai 22 ribu wajib pajak.

""Dari total wajib pajak sekitar 267 ribu, 90 persen mereka membayar pajak," katanya.

Baca: Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul Gelar Pembinaan UMKM di Gua Rancang

Selanjutnya ia mengatakan 22 ribu kendaraan tidak membayar pajak karena berbagai alasan, seperti rusak berat dan kendaraan telah berpindah tangan tetapi tidak dilaporkan atau dibalik nama.

"Ada berbagai alasan mereka tidak membayar pajak, yang terbanyak adalah mereka telah menjual kendaraannya. adahal seusai dengan perda no 3 tahun 2011, 30 hari setelah membeli kendaraan, pembeli wajib balik nama kendaraan,"katanya

Singgih mengatakan jika masyarakat tidak membayar pajak akan rugi karena nantinya dibebankan denda sebesar 49 persen pertahun dari jumlah pokok pajak.

"Jika tidak membayar pajak maka tidak mendukung upaya pemerintah, karena pajak kendaraan merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di DIY. Untuk Gunungkidul tahun lalu menyetor PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) mencapai Rp 53 miliar, dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 28 miliar. ANgka ini tergolong baik karena kita melebihi target tahun lalu, atau sekitar 105 persen," terangnya.

Baca: Bupati Gunungkidul Siapkan SK untuk Guru Tidak Tetap (GTT)

Sedangkan Kepala Unit Register dan Identifikasi Satlantas Polres Gunungkidul Iptu Jarwanto menambahkan pihaknya akan terus mendorong masyarakat agar taat pajak.

Sebab, masyarakat telah dimudahkan dengan adanya mobil keliling untuk pembayaran pajak, bisa membayar lewat BPD DIY, Juga dibangun samsat desa seperti di Semugih, kecamatan ROngkop dan Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari.

"Kita terus berupaya memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraanya," tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help