TribunJogja/
Home »

Jawa

Jawa

Panwas Kota Magelang Minta KPU Coret Orang Meninggal yang Masuk Pemilih

Ada sebanyak 146 orang meninggal dunia, 257 orang pemilih dengan nama ganda, 322 orang yang pindah domisili, satu orang bukan penduduk.

Panwas Kota Magelang Minta KPU Coret Orang Meninggal yang Masuk Pemilih
internet
panwaslu

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kota Magelang meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang untuk melakukan perbaikan terhadap Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ada.

Pasalnya masih banyak orang meninggal, data ganda, pindah domisili, orang tak dikenal.

"Kami akan sampaikan di saat pleno KPU Kota Magelang nanti akan kita utarakan, bahwa masukan Panwas tentang daftar pemilih yang meninggal harus sudah dicoret dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS)," tutur Ketua Panwas Kota Magelang, Endang Sri Rahayu, Rabu (11/4/2018).

Yayuk mengatakan, dalam pleno PPS, pihaknya menginstruksikan pengawas (PPI) untuk uji petik mengenai masukan-masukan dari Panwas Kota Magelang agar data yang salah tersebut tidak muncul lagi dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Hasil Perbaikan mendatang.

"Kami berikan masukan secara berjenjang, agar tidak akan muncul lagi di DPS-HP hasil perbaikan nanti," ujarnya.

Untuk diketahui, ada sebanyak 146 orang meninggal dunia (MD), 257 orang pemilih dengan nama ganda, 322 orang yang pindah domisili, satu orang bukan penduduk, dan enam orang TNI/Polri yang masih masuk daftar pemilih.

Data ini didapatkan dari hasil masukan dari Panitia Pengawas Pemilihan Kota Magelang dan masukan dari masyarakat.

Endang mengatakan, atas penemuan tersebut, pihaknya pun memberikan catatan kepada KPU untuk dapat mencoret pemilih yang meninggal dan pemilih lain yang tak berhak tersebut dari daftar pemilih.

"Kami minta kepada KPU untuk dibetulkan. Kami sudah kirim rekomendasi pencoretan kepada KPU," ujarnya.

Dirinya menilai Panitia Pengawas Lapangan (PPL) belum cermat melakukan penyusunan DPS.

Pihaknya pun meminta agar PPL dapat lebih cermat lagi melakukan pendataan daftar pemilih.

Ia juga meminta masyarakat yang merasa memiliki syarat menjadi pemilih dapat melaporkan diri kepada KPU, PPK, atau PPL, sehingga mereka dapat menggunakan suaranya pada Pilkada nanti.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help