Gunungkidul

Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul Gelar Pembinaan UMKM di Gua Rancang

Pembinaan UMKM diadakan di dalam Gua Rancang adalah untuk mendukung visi misi Bupati pengembangan tempat wisata

Dinas Koperasi dan UMKM Gunungkidul Gelar Pembinaan UMKM di Gua Rancang
IST
Widagdo saat menjadi pembicara di pembinaan UMKM di goa rancang kab gunungkidul pada hari rabu (11/4/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - UMKM jangan berhutang ke rentenir agar terhindar dari bunga tinggi.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala dinas Koprasi dan UMKM Widagdo saat menjadi pembicara pada Pembinaan UMKM di oleh Dinas Koperasi dan UMKM di Gua Rancang, Bleberan, Playen, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (11/4/2018).

"Marak didaerah lain banyaknya rentenir, karena banyak pedagang yang bangkrut utang ke rentenir, karena bunga tinggi disarankan kepada UMKM untuk mengambil KUR dari pada ke rentenir," terangnya.

Ia melanjutkan pembinaan UMKM diadakan di dalam Gua Rancang adalah untuk mendukung visi misi Bupati pengembangan tempat wisata satu diantara kegiatannya adalah, pembinaan UMKM di tempat-tempat wisata.

"Karena di daerah ini ada potensi wisata yaitu Gua Rancang yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan, selain itu kami juga memperkenalkan tempat wisata juga memanfaatkan alam yang tidak dimiliki oleh temoat lain," jelasnya.

Baca: Bupati Gunungkidul Siapkan SK untuk Guru Tidak Tetap (GTT)

Ia juga mengharapkan kepada para UMKM tidak mudah puas, harus bisa berinovasi, menjaga kualitas makanan, dan menjaga keamanan serta keramahan.

"Para pelaku usaha harus selalu berinovasi jangan pernah puas, menjaga keramahan kepada pengunjung, jangan arogan, serta harus menjaga keamanan dan keramahan, serta kualitas makanannya," ucapnya.

Pihaknya mengaku kendalanya berada di sumber daya manusia (SDM), bahan baku, dan juga pemasaran produk.

"Kendala faktor SDM-nya ke dua bahan baku, terkait pemasaran, bahan baku diharapkan dari pertanian, perikanan, lokal yang ada di gunungkidul," terangnya.

Sedangkan ketua pedagang Sri Getuk Sudarto mengatakan pihaknya kesulitan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara.

"Selama ini jika ada wisatawan mancanegara kami menggunakan bahasa isyarat, kami para pedagang kesulitan dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing, dan memerlukan pelatihan bahasa asing," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved