Jawa

Lestarikan Batik Khas Magelang, Walikota Beri Edaran Setiap Hari Kamis ASN Pakai Batik

Edaran Walikota Magelang nomor 510/096/121 tertanggal 14 Maret 2018 yang meminta ASN menggunakan baju batik khas Magelang setiap hari kamis.

Lestarikan Batik Khas Magelang, Walikota Beri Edaran Setiap Hari Kamis ASN Pakai Batik
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Geliat kegiatan di sebuah UKM batik di Batik Iwing, Kebonpolo, Kota Magelang, Selasa (11/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang meminta seluruh ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Magelang untuk dapat mengenakan baju batik setiap hari Kamis.

Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan batik khas Kota Magelang kepada masyarakat dan untuk melestarikannya.

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan, imbauan untuk penggunaan baju batik khas Kota Magelang tersebut sesuai dengan edaran Walikota Magelang nomor 510/096/121 tertanggal 14 Maret 2018 yang meminta ASN menggunakan baju batik khas Magelang setiap hari kamis.

Imbauan tersebut tak hanya berlaku untuk ASN Pemkot Magelang saja, tetapi juga pegawai negeri instansi vertikal, ASN Provinsi Jateng yang bertugas di UPTD di Kota Magelang, pegawai BUMN/BUMD dan karyawan perusahaan.

"Hal ini untuk melestarikan batik kita, batik khas kota Magelang agar semakin dikenal oleh masyarakat," ujar Windarti, Selasa (11/4/2018) saat saat acara blusukan UKM dari Humas Pemkot Magelang dan Pers Kota Magelang, di Batik Iwing Kebonpolo, Kota Magelang.

Surat edaran tentang penggunaan batik ini kembali dibuat mengingat penggunaan batik khas Magelang oleh ASN sebelumnya masih kurang.

Oleh karena itu, melalui surat tersebut, pihaknya pun mendorong kembali agar batik dapat dipakai oleh ASN.

"Beberapa tahun lalu ada Surat Edaran tentang penggunaan batik khas Magelang bagi ASN namun masih kurang. Tahun ini kami dorong kembali dan seterusnya," ujarnya.

Windarti mengatakan, bukan hanya untuk melestarikan batik khas Magelang saja, tujuan yang lebih besar adalah untuk meningkatkan daya saing dari perajin batik yang ada di Kota Magelang dengan perajin di daerah lain.

"Batik khas Magelang ini memilki nilai dan daya saing yang tinggi, tak kalah dengan batik dari daerah lain," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya pun mendorong agar pemilik UKM dapat memberdayakan tenaga lokal sehingga tenaga kerja lokal dapat terserap dan tingkat pengangguran dapat menurun.

"Kami mendorong pelaku UKM ini untuk memberdayakan masyarakat untuk tenaga kerja lokal, sehingga penyerapan tenaga kerja dapat meningkat," tuturnya.

Batik khas Magelang memang memiliki corak yang khas dan motif yang menarik.

Jenisnya antara lain, Bayeman, Water Torn, Nanom, sehingga sesuai dan luwes dipergunakan untuk bekerja bagi ASN dan masyarakat luas.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved