Kota Yogyakarta
Atasi Macet, Dishub Kota Yogyakarta Ingin Membuat Titik Perhentian di Malioboro
Namun untuk merealisasikan hal tersebut butuh kerjasama dari masyarakat dan pemerintah kota Yogyakarta.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalan Malioboro mulai macet.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho berharap masyarakat tidak berhenti sembarangan.
Menurutnya masyarakat yang berhenti di tepi jalan dapat menghambat laju kendaraan.
Ia mengatakan kendaraan terus bertambah, sementara kondisi jalan statis.
Jika demikian, maka kemacetan saat libur panjang tidak terhindarkan.
Baca: Sedang Direvitalisasi, Wisatawan Tetap Melintasi Pedestrian Sisi Barat Malioboro
"Kendaraan bertambah, tetapi jalannya tidak berkembang. Besok kalau liburan ya macet itu. Mobil-mobil pada berhenti sembarangan," kata Yudho.
Melihat kondisi tersebut Dishub Kota yogyakarta ingin membuat titik-titik perhentian.
Kendaraan hanya boleh berhenti di titik yang ditentukan oleh Dishub.
"Ingin membuat titik-titik tertentu untuk perhentian. Jadi ya masyarakat nggak boleh sembarangan berhenti," terangnya.
Selain mengimbau masyarakat, Yudho juga berharap para pengemudi ojek online juga tidak menaikkan dan menurunkan penumpang seenaknya.
Baca: Baru Selesai Dicor, Pengemudi Bentor Nekad Mangkal di Pedestrian Sisi Barat Malioboro
Namun untuk merealisasikan hal tersebut butuh kerjasama dari masyarakat dan pemerintah kota Yogyakarta.
"Tentu butuh dukungan dari pemkot Yogyakarta untuk itu, dan masayrakat,"lanjutnya.