TribunJogja/

Ujian Nasional 2018

Bupati Gunungkidul Lanjutkan Monitoring UNBK ke SMA Muhammadiyah 1 Ngawen

Dalam monitoring pada Senin (9/4/2018) di sekolah tersebut, diketahui UNBK juga dipisah menjadi 3 sesi.

Bupati Gunungkidul Lanjutkan Monitoring UNBK ke SMA Muhammadiyah 1 Ngawen
ist
Ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tidak hanya memonitoring SMA 1 Semin Bupati Gunungkidul Badingah juga memonitor berjalannya UNBK di SMA Muhammadiyah Ngawen.

Dalam monitoring pada Senin (9/4/2018) di sekolah tersebut, diketahui UNBK juga dipisah menjadi 3 sesi.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Ngawenahmad Nurdin Kholili mengatakan siswa yang mengikuti di SMA Muhammadiyah Ngawen sebanyak 45 orang, sementara jumlah komputer yang tersedia sebanyak 15 unit.

"Di tempat kami dibagi menjadi 3 sesi karena kami hanya memiliki 15 komputer dengan jumlah siswa 45 anak, pada tahun ini pertama kalinya kami mengadakan UNBK secara mandiri, kunjungan monitoring Bupati diharapkan dapat menambah motivasi siswa-siswi," terangnya.

Ia melanjutkan di sekolahnya tidak ditemui kendala yang signifikan karena telah mempersiapkan semuanya dari genset hingga cadangan modem untuk koneksi internet.

Baca: Bupati Gunungkidul Lakukan Monitoring UNBK di SMAN 1 Semin

"Kendalanya tidak ada yg signifikan, kami sudah mengantisipasi jika listrik mati dengan genset, internet kami mempunyai cadangan, unbk per hari ini berjalan lancar. Sebelumya UNBK dilakukan di SMK Muhammadiyah Ngawen," jelasnya.

Ia melanjutkan yang menjadi sedikit kendala adalah Penerimaan Peserta Didik Baru, karena minat masyarakat untuk masuk ke sekolahnya bertambah.

"Kesulitan kami untuk menghadapi PPDB, karena sistem donasi minim untuk menambah kelas, karena semakin tahun minat calon murid semakin banyak dan kami kekurangan kelas," jelasnya.

Ia menuturkan minat bertambah karena di sekolahnya ada penambahan life skill dibidang tata busana, tata boga, dan multi media.

Baca: Hari Pertama UNBK di Kota Magelang Terkendala Server Overload

"Ada penambahan life skill dibidang tata busana, tata boga dan multimedia yang menarik ke sma ini karena sudah termasuk di kurikulumnya, kita persiapkan untuk tidak hanya kuliah tetapi untuk bekerja sekalian. karena tidak seperti itu kami tidak akan mendapatkan siswa, orientasinya SMA Muh Ngawen adalah lanjut kuliah, bekerja karena ada kerjasama dengan perusahaan lain, serta wirausaha dengan skill yang didapat," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mengatakan untuk sekolah yang kurang atau tidak memiliki sarana prasarana untuk UNBK agar menumpang ditempat lain.

"itu tidak menjadi masalah kalau tidak mempunyai fasilitas untuk melaksanakan UNBK karena masih bisa menumpang di sekolah lain," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help