TribunJogja/

Bandara NYIA Kulonprogo

Warga Penolak Bandara NYIA Masih Bertahan di Area Pembangunan

Sejumlah warga hingga kini masih bertahan tinggal di dalam areal pembangunan bandara yang tercakup dalam Izin Penetapan Lokasi (IPL).

Warga Penolak Bandara NYIA Masih Bertahan di Area Pembangunan
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Warga penolak bandara dari kelompok PWPP-KP menggelar aksi salat dhuha berjamaah di depan portal penutup Jalan Daendels wilayah desa Glagah, Kamis (29/3/2018) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah warga hingga kini masih bertahan tinggal di dalam areal pembangunan bandara yang tercakup dalam Izin Penetapan Lokasi (IPL).

Mereka adalah kelompok masyarakat dari Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) yang bersikeras menolak tergusur oleh proyek tersebut.

Data dihimpun, saat ini masih ada 32 rumah milik anggota PWPP-KP yang masih berdiri di Desa Palihan dan Glagah.

Warga tersebut memang bersikap tak acuh atas segala proses pengadaan lahan untuk pembangunan bandara tersebut.

Termasuk, proses konsinyasi dana ganti rugi pembebasan di mana bidang tanah dan rumah yang mereka tinggali juga tercakup di dalamnya.

Pemerintah daerah setempat sudah menawarkan opsi relokasi sementara ke rumah susun.

Namun, tawaran itu hanya sekilas lalu saja didengar warga penolak dan hingga kini tak pernah digubris warga.

Warga tersebut hingga kini masih terlihat tenang dan adem ayem tanpa terlihat gejolak apapun meski pembebasan lahan diklaim pihak pemrakarsa pembangunan sudah tuntas seluruhnya.

Bahkan, ruas jalan Daendels di wilayah Palihan dan Glagah kini juga sudah dipasangi portal penghalang di perbatasan pagar lahan bandara.

Para warga PWPP-KP itu tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa, yakni bertani menggarap lahan, berdagang, atau jenis usaha lainnya yang mereka jalankan selama ini.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help