Tim Pemantau UNBK ORI DIY Temukan Kesamaan Pilihan Jawaban pada 2 Mapel saat UNBK SMK

Tim ORI Perwakilan DIY juga mendapati keluhan dari beberapa siswa mengenai kesamaan jawaban pada satu lembar soal saat digelarnya UNBK.

Tim Pemantau UNBK ORI DIY Temukan Kesamaan Pilihan Jawaban pada 2 Mapel saat UNBK SMK
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tak hanya diwarnai masalah pemadaman listrik saja.

Tim Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY juga mendapati keluhan dari beberapa siswa mengenai kesamaan jawaban pada satu lembar soal saat digelarnya UNBK.

Dimana hal tersebut membuat siswa kebingungan guna menentukan jawaban mana yang akan dipilihnya.

Ketua Tim Pemantau UNBK ORI DIY, Jaka Susila mengungkapkan, bahwa dari pemantauan timnya memang didapati kesamaan jawaban pada satu soal yang terdapat pada dua mata pelajaran berbeda.

Dijelaskannya pula, bahwa seharusnya pada setiap soal hanya disediakan satu pilihan jawaban yang benar dan bukan sebaliknya.

Sambungnya, hal tersebut dialami dan dikeluhkan oleh murid-murid dari daerah Gunungkidul dan Sleman.

"Yang ada kesamaan pilihan jawaban itu ada pada soal Matematika dan Bahasa Inggris, masing-masing ada satu. Seharusnya kan dari pilihan jawaban itu hanya satu yang benar, dan lainnya salah, tapi ini malah semua sama," katanya kemarin Jumat, (6/4/2018).

Lanjutnya, berkenaan dengan ditemukannya hal tersebut pihaknya langsung mengambil langkah guna mencegah hal serupa terjadi kembali saat UNBK tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain itu, mengenai permasalahan listrik yang padam saat penyelenggaraan UNBK di sebuah sekolah yang berada di Kabupaten Gunungkidul juga menjadi perhatiannya dan telah dilaporkan kepada PLN.

"Masalah pilihan jawaban sama di lembar soal itu sudah kami laporkan ke ORI pusat, karena yang menyusun soal adalah dari pusat. Untuk yang listrik sudah dikoordinasikan PLN dan ke depannya akan dilakukan antisipasi dari PLN," ulasnya.

Sementara itu, Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri mengharapkan, dari beberapa temuan tersebut kiranya menjadi perhatian pihak-pihak terkait agar tak terulang kembali.

Disinggung mengenai kelancaran UNBK tahun lalu dengan tahun ini, Budhi menilai bahwa lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Secara garis besar lancar, kalau dulu kan pernah ada indikasi kebocoran soal, tapi sekarang sudah tidak ada dan ke depannya diharapkan tidak ada," ucapnya.

Ditambahkan Budhi, pada pelaksanaan UNBK SMA dan SMP yang diadakan mulai besok, Senin (9/4/2018), pihaknya akan kembali menurunkan Tim Pemantau UNBK.

Menurutnya, tim tersebut akan ditempatkan secara acak di seluruh Kabupaten dan Kota yang terdapat di Provinsi DIY. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved