PN Wates Belum Terima Permohonan dari Angkasa Pura I

Adapun setelah dilakukan penetapan konsinyasi, PN Wates langsung mengirimkan petugas juru sitanya untuk memberikan pemberitahuan

PN Wates Belum Terima Permohonan dari Angkasa Pura I
NET
Ilustrasi desain Bandara NYIA 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemrakarsa pembangunan bandara baru di Temon, PT Angkasa Pura menyatakan akan menunggu terbitnya surat perintah eksekusi dari Pengadilan Negeri Wates untuk pengosongan lahan tersisa.

Namun begitu, pihak pengadilan hingga saat ini mengaku belum menerima surat permohonan dari perusahaan plat merah tersebut.

Untuk diketahui, AP I berencana melanjutkan proses pembersihan beberapa bidang lahan tersisa dari keseluruhan lahan yang tercakup dalam Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara.

Bidang-bidang tersebut telah menjalani putusan penetapan konsinyasi (penitipan) dana ganti rugi pembebasannya oleh pengadilan sekaligus menandai tuntasnya keseluruhan proses pembebasan lahan untuk proyek tersebut.

Namun begitu, eksekusi pengosongan lahan akan dilakukan setelah perusahaan milik negara itu mengantongi surat perintah dari PN.

Baca: Konstruksi Bandara NYIA Kulonprogo Direncanakan Mulai Dibangun Awal Juni Mendatang

Juru Bicara Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT AP I, Agus Pandu Purnama dalam beberapa kesempatan memang mengutarakan pihaknya akan meminta surat perintah eksekusi dari PN Wates.

Hal itu dirasanya penting sebagai dasar hukum yang sah bagi AP I untuk melakukan tindakan pengosongan lahan di lapangan.

Terutama untuk bidang-bidang lahan yang warga pemiliknya masih gencar melakukan penolakan atas pembebasan lahan tersebut.

"Kami akan menempuh jalur legalitasnya, menunggu surat perintah pengosongan bidang dari PN. Kalau itu sudah turun, kami lebih lega melakukan tindakan di lapngan," kata Pandu, belum lama ini.

Halaman
1234
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help