Dinas Pariwisata DIY Dukung Taman Sari Royal Heritage Spa Jadi Destinasi Wisata

Dinas Pariwisata DIY Dukung Taman Sari Royal Heritage Spa jadi destinasi wisata

Dinas Pariwisata DIY Dukung Taman Sari Royal Heritage Spa Jadi Destinasi Wisata
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta saat menghadiri acara Dinner Travel Agent Gathering di Sheraton Yogyakarta, Kamis(5/4/2018) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta mendukung Taman Sari Royal Heritage Spa Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata SPA di DIY.

Kehadirannya diharapkan bisa menyukseskan target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2019.

"Tahun ini baru 14.02 juta wisatawan mancanegara, itu nasional ya. Pertumbuhan wisata di DIY antara 15% dan pergerakan wisatawannya 23 juta," papar Aris pada Kamis (5/4/2018) malam.

Menurutnya, di DIY sendiri sangat potensial untuk berwirausaha di bidang pariwisata, termasuk spa yang menjadi salah satu destinasi wisata di DIY.

"Orang ke Yogja harapanya menjadi fresh jiwa raga setelah menikmati berbagai wisata. Kami mendukung ya dengan menjadikan Taman Sari Royal Heritage Spa Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata SPA di DIY," lanjutnya.

Aris melanjutkan, Taman Sari Royal Heritage Spa Yogyakarta ini lekat dengan wisata budayanya.

"Ada historical nilai-nilai, tidak hanya sekedar menjadi segar setelah spa, tapi juga ada nilai-nilai pemahaman yang ada di Taman Sari Royal Heritage Spa Yogyakarta," kata Aris.

Untuk itu, pihaknya menambahkan, guna meningkatkan jumlah wisatawan ke DIY, ada beberapa hal untuk menarik wisatawan, yakni melalui promosi DIY ke luar negeri.

"Mempromosikan Yogja ke luar negeri untuk mempercepat. Promosi menjadi alat untuk memasarkan tentang Yogja, 'Bring Yogja to the World, Bring the World to Yogja," ujar Aris.

Ditambahkannya, pilar pariwisata ada empat, yakni pemasaran, destinasi, industri kelembagaan dan SDM.

"Upaya kita meningkatkan kapasitas SDM di desa wisata maupun yang menjalankan bisnis di industri pariwisata. Kemudian memperbaiki destinasi dan pemasaran ditingkatkan. Destinasi wisata DIY sudah beragam, ya memperbanyak destinasi lagi," imbuh dia. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help