Pro Kontra Terobosan Terapi Cuci Otak Pasien Stroke dr. Terawan Agus

Pro Kontra Terobosan Terapi Cuci Otak dr. Terawan Agus kepada Pasien Stroke. erapi Cuci Otak dr. Terawan Agus kepada Pasien Stroke

Tayang:
Editor: Iwan Al Khasni
Warta Kota/Cek n Ricek
dr. Terawan Agus 

TRIBUNJOGJA.COM - Ikatan Dokter Indonesia memberikan sanksi kepada dr. Terawan Agus berupa pemecatan selama 12 bulan atas tindakannya melakukan terapi cuci otak pada para pasien.

Beberapa tahun terakhir, nama dr. Terawan Agus Putranto, Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto menjadi perbincangan banyak orang. Itu karena terobosannya melakukan terapi cuci otak sebagai penyembuhan penyakit stroke. Terawan mengaku, terapinya ini memberikan hasil yang bagus kepada pasien.

"Ada banyak pasien yang merasa sembuh atau diringankan oleh terapi “cuci otak” itu,” ujar Terawan, dilansir dari Wartakotalive.

Orang-orang pun berbondong-bondong datang ke RSPAD Gatot Subroto. Terawan lalu menyiapkan dua lantai ruangan di rumah sakit tersebut untuk menangani pasien stroke.

Nama ruangannya CVV (Cerebro Vascular Center). Bagian ini setiap hari bisa menangani sekitar 35 pasien. Biayanya antara paling mutah Rp 30 juta per pasien.

Beberapa figur publik bahkan pernah melakukan terapi cuci otak dari Terawan. Seperti mantan Wapres Try Sutrisno, mantan kepala BIN Hendropriyono, tokoh pers Dahlan Iskan beserta istrinya, dan tokoh ternama lainnya.

Baca: Ahli Penyakit Stroke Dokter Terawan Agus Putranto Dipecat IDI, Abu Rizal Bakrie Ikut Komentar

ilustrasi
ilustrasi ()

Dipecat IDI

Meskipun begitu, ada juga kontroversi terkait praktek yang dilakukan Terawan. Kecaman keras berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Puncaknya, IDI memberikan sanksi berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan, terhitung dari 26 Februari 2018 hingga 15 Februari 2019. IDI juga mencabut izin praktek dokter yang pernah menerima penghargaan Bintang Mahaputera Naraya tersebut.

Dikutip dari Tribunnews, keputusan tersebut diambil setelah sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). IDI menilai, Terawan melakukan pelanggaran etika kedokteran.

"Bobot pelanggaran dokter Terawan adalah berat, serious ethical missconduct. Pelanggaran etik serius," kata Prio Sidipratomo, Ketua MKEK IDI.

Berdasarkan pada putusan sidang MKEK yang ditandatangani oleh lima majelis pemeriksan Kemahkamahan Etik MKEK, pelanggaran kode etik yang dimaksud adalah mengiklankan diri secara berlebihan dengan klaim tindakan untuk pengobatan dan pencegahan, tidak kooperatif terhadap undangan Divisi Pembinaan MKEK PB IDI, dan perihal biaya besar atas tindakan yang belum ada bukti -- juga menjanjikan kesembuhan.

Terapi cuci otak

Penyakit stroke disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak lantaran penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah karena plak (biasanya berupa lemak).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved