Misteri Emas Wonoboyo

Situs Wonoboyo Ditinggalkan, Runtuh Tertimbun Berlapis Abu Vulkanik

Dari penelitiannya pada Desember 1991, Siswanto menemukan sisa tumbuhan, yaitu jejak daun (leaf impresion).

Situs Wonoboyo Ditinggalkan, Runtuh Tertimbun Berlapis Abu Vulkanik
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Calon museum mini dan taman air Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten, di dekat lokasi penemuan harta karun emas pada 17 Oktober 1990 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ahli paleoarkeologi, Siswanto, yang juga mantan Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, menyebut situs harta karun Wonoboyo terindikasi pernah dipakai untuk dua budaya berbeda. 

Petunjuknya bisa dilihat dari temuan artefak keseharian seperti gerabah dan keramik.

Namun di bagian lain juga hanya meninggalkan jejak satu lapisan budaya saja.

Dari penelitiannya pada Desember 1991, Siswanto menemukan sisa tumbuhan, yaitu jejak daun (leaf impresion).

Baca: Lokasi Temuan Emas Wonoyobo Fantastis Itu Kini Sama Sekali Tak Bertanda

"Penemuan seperti ini jarang didapati di situs-situs arkeologi lain, terutama temuan sisa-sisa tumbuhan," tulis Siswanto dalam laporan pendek hasil penelitiannya di Wonoboyo. 

Jejak daun, menurutnya data yang penting, sama dengan temuan arkeologi lainnya.

Ini bisa dipakai untuk alat bantu telaah mengenai vegetasi dan kondisi hidrologis pada masa lalu berkaitan situs tersebut.

Jejak daun itu dalam ekskavasi ditemukan di kedalaman 200 cm, pada lapisan tuff, yaitu pengendapan butiran partikel tanah dalam suspensi air hasil pencuciana permukaan maupun endapan debu vulkanik dengan ketebalan 10 cm. 

Proses terjadinya jejak daun dapat dimulai dari daun-daun di pemrukaan terbawa aliran air hujan ke daerah yang lebih rendah.

Halaman
123
Penulis: xna
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help