Venezuela Berencana Redenominasi Mata Uang Akibat Krisis Ekonomi Makin Parah

Para pedagang pun akhirnya memberlakukan dua harga untuk barang dan jasa, yakni satu untuk uang lama dan satu lagi untuk uang baru.

Venezuela Berencana Redenominasi Mata Uang Akibat Krisis Ekonomi Makin Parah
ist
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro 

TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS - Hiperinflasi terjadi di Venezuela setelah krisis ekonomi menjadi sangat parah.

Kondisi ini pun menjadi lahan janji kampanye pemilihan umum (pemilu) presiden yang akan diselenggarakan tahun ini.

Calon inkumben menyatakan bakal memangkas beberapa digit mata uang alias redenominasi.

Sementara itu, penantangnya menyerukan adopsi mata uang dollar AS.

Mengutip Washington Post, Kamis (29/3/2018), Presiden Nicolas Maduro mengungkapkan rencana penyelamatan moneternya.

Ia akan memangkas tiga digit angka nol dari mata uang bolivar atau dikenal dengan istilah redenominasi.

Dengan demikian, harga selusin telur di Venezuela yang saat ini mencapai 250.000 bolivar, maka harganya akan berubah menjadi 250 bolivar.

Baca: Uang Kini Tak Bernilai di Venezuela, Pengrajin Ini Bikin Kerajinan dari Uang Berserakan di Jalanan

Harga telur tersebut sudah tergolong bombastis karena inflasi yang parah.

"Saya meminta doa dan dukungan Anda semua untuk kesuksesan rekonversi moneter ini," ujar Maduro.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved