Jumat Agung Sering Disebut 'Good Friday', Ternyata Begini Penjelasannya

Dalam perayaan hari tersebut, banyak gereja yang akan menggelar berbagai perayaan atau acara

Jumat Agung Sering Disebut 'Good Friday', Ternyata Begini Penjelasannya
ist
Good Friday 

TRIBUNJOGJA.COM - Besok Jumat (30/3/2018), umat Kristiani akan merayakan perayaan hari Jumat Agung.

Jumat Agung adalah peringatan ketika Yesus disalibkan untuk membayar hukuman atas dosa-dosa, dan memberikan keselamatan kepada semua orang melalui kebangkitan-Nya dari kematian.

Dalam perayaan hari tersebut, banyak gereja yang akan menggelar berbagai perayaan atau acara.

Namun di luar segala bentuk perayaan tersebut, ternyata Jumat Agung juga sering disebut sebagai 'Good Friday'.

Jumat Agung sering disebut sebagai 'Good Friday' atau Jumat Baik karena Yesus datang memenuhi misi-Nya dan menyelesaikan-Nya dengan tuntas.

Maka dari itu pada tanggal 30 Maret 2018 besok disebut sebagai hari Jumat yang baik.

Dilansir dari berbagai sumber berikut beberapa hal baik yang diterjadi di Jumat Agung sehingga dijuluki sebagai 'Good Friday':

1. Setelah datang dengan mengambil rupa sebagai manusia, Yesus juga rela merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2: 8).

2. Hari Jumat ini dianggap baik karena salib, Ia ditinggikan dan menerima karunia nama di atas segala nama (Filipi 2: 9).

3. Hari Jumat ini membawa sesuatu yang baik karena salib Yesus memberikan kekuatan. Supaya dalam nama-Nya semua mahluk bertekuk lutut di hadapan-Nya, di langit dan di bumi, segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa (Filipi 2: 10-11).

4. Jumat itu baik karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita.

“….kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2: 12-13)

5. Jumat Agung itu baik karena hari itu telah membawa perubahan karakter atas hidup semua umat manusia.

“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2: 14-15). (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved