PDAM Tirta Binangun Siapkan Jaringan Air Bersih ke Bandara Kulonprogo

Tahun ini, jaringan distribusi utama air bersih sepanjang 12 kilometer akan dibangun dengan mengambil sumber air baku dari Sungai Progo.

PDAM Tirta Binangun Siapkan Jaringan Air Bersih ke Bandara Kulonprogo
NET
Ilustrasi desain Bandara NYIA 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Penyiapan jaringan air bersih untuk kawasan bandara di Temon mulai dilakukan Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo.

Tahun ini, jaringan distribusi utama air bersih sepanjang 12 kilometer akan dibangun dengan mengambil sumber air baku dari Sungai Progo.

Direktur Utama PDAM Tirta Binangun, Jumantoro mengatakan, pembangunan jaringan akan dilakukan oleh Satuan kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum (Satker PKPAM) DIY melalui anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

Jaringan air menuju area bandara tersebut akan menyambung jaringan yang sudah ada dari wilayah Garongan (Panjatan) lalu memanjang ke Glagah (Temon) dengan pipa berdiamter 250 milimeter atau 10 inch.

Baca: Jalan Daendels Area Bandara Resmi Ditutup, Lalulintas Dialihkan ke Jalan Nasional

"Airnya diambilkan dari Sungai Progo melalui Bendung Sapon di Lendah. Akhir tahun ini ditargetkan pembangunan jaringan ke bandara itu bisa rampung," kata Jumantoro, Selasa (27/3/2018).

Dari paparan PT Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa pembangunan bandara, kebutuhan air bersih dalam lingkup bandara diperkirakan mencapai 2.100 meter kubik per hari.

Adapun saat ini total debit air PDAM mencapai 360 liter per detik untuk seluruh jaringan se-Kulonprogo dan debit air olahannya mencapai 80 liter/detik. 

Nantinya, debit sebanyak 30 liter per detik akan dialirkan menuju area bandara dan 50 liter per detik untuk kebutuhan harian domestik.

Baca: Penggantian Sudah Seimbang dalam Relokasi Tanah Wakaf Terdampak Bandara Kulonprogo

Pada 2020 nanti, debit teralirkan akan ditingkatkan lagi menjadi 200 liter per detik sehingga kebutuhan pasokan air bersih lebih tercukupi seiring perkembangan operasional bandara tersebut.

"Besaran debit yang sama juga akan kami lakukan untuk kawasan industri di Sentolo," kata Jumantoro.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo, Muhtarom Asrori mengapresiasi langkah PDAM terkait keberadaan bandara tersebut.

Pihaknya mewanti-wanti agar perusahaan daerah itu juga lebih memperhatikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada.

Pihaknya menengarai banyak calon pelanggan yang belum terlayani pemasangan instalasi air PDAM karena alasan debit air kecil atau tidak tersentuh jaringan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved