UPT Trans Jogja Anggap Haltenya Tidak Menyalahi Aturan

Dari 112 halte permanen dan 80 non permanen, 90 persen diantaranya berdiri di atas trotoar.

UPT Trans Jogja Anggap Haltenya Tidak Menyalahi Aturan
tribunjogja/rizki halim
Moda transportasi Trans Jogja 

Namun, bukan karena banyaknya penumpang, akses jalan di trotoar tempat berdirinya halte tersebut, tertutup oleh lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Makanya, kita juga minta bantuan dari teman-teman Ombudsman, ayo kita bangun bersama, ini kewenangan siapa, siapa yang bertanggungjawab mengendalikan fungsi trotoar ini," tuturnya.

Sumariyoto mengakui, dari 112 halte permanen dan 80 non permanen, 90 persen diantaranya berdiri di atas trotoar.

Imbuhnya, halte yang tidak di trotoar hanya beberapa saja, antara lain di Condongcatur, Jombor, Gamping, Giwangan Ngabean dan Dongkelan.

Lebih lanjut, UPT Trans Jogja pun tidak akan tinggal diam dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya hendak mewujudkan desain baru yang lebih ramah untuk para pejalan kaki.  (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved