Pemkot Yogyakarta Dinilai Setengah Hati Lakukan Penegakan Kawasan Tanpa Rokok

Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Sigit Wicaksono meminta keseriusan Pemerintah Kota untuk menegakkan aturan sesuai dengan Perda KTR

Pemkot Yogyakarta Dinilai Setengah Hati Lakukan Penegakan Kawasan Tanpa Rokok
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Papan di salah ruangan khusus merokok yang ada di Kompleks Balaikota Yogyakarta yang sudah rusak. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota dinilai masih setengah hati dalam melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Pasalnya sanksi yang ada dalam Perda tersebut masih belum akan diterapkan secara penuh walau per 20 Maret 2018 Perda KTR secara resmi telah diluncurkan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Sigit Wicaksono meminta keseriusan Pemerintah Kota untuk menegakkan aturan sesuai dengan Perda KTR.

Baca: Gaya Hidup Merokok hingga Tidak Sarapan Bisa Picu Kanker

"Ini hanya untuk pencitraan atau hanya betul-betul ingin ditegakkan. Kalau ingin sesuai ketentuan ya ditegakkan. Jangan kerja hanya untuk mengejar penghargaan saja," tegasnya, Rabu (21/3/2018).

Menurutnya waktu setahun kemarin sudah cukup untuk sosialisasi, sehingga saat ini merupakan saatnya sanksi yang tertuang dalam perda yakni denda maksimal Rp 7,5 juta dan kurungan maksimal 1 bulan diberkakukan bagi para pelanggar.

"Sosialisasi setahun kan sudah cukup. Tinggal keseriusan. Apa Perda ini dibuat hanya sebagai pelengkap untuk menjadi Kota Sehat tapi ujung-ujungnya tidak ditegakkan," tandasnya.

Baca: Hati-Hati, Merokok di Kota Yogya Bisa Kena Denda

Terkait pro kontra Perda KTR di masyarakat, Sigit menuturkan itu memang membutuhkan adaptasi.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved