KMPPS Tolak Upaya Privatisasi Lahan Pantai di Gunungkidul untuk Kepentingan Pemodal

Pembangunan resort di Pantai Seruni dinilai telah menyebabkan kerusakan pada wilayah lindung, KBAK Gunung Sewu di Pantai Seruni, Tepus, Gunungkidul.

KMPPS Tolak Upaya Privatisasi Lahan Pantai di Gunungkidul untuk Kepentingan Pemodal
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Warga saat melintas di kawasan Pantai Ngrawe, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Tampak ada portal di jalan masuk menuju pantai, bangunan resort dibangun di atas bukit. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pegunungan Sewu (KMPPS), Adnan Pambudi, mengatakan, hal ini menjadi keprihatinan saat banyak lahan di pesisir Pantai Selatan Gunungkidul dikuasai oleh pemodal.

Sebagian besar lahan yang ada di Pantai Selatan Gunungkidul banyak yang milik perorangan dengan membawa modal, membeli lahan di seluruh pantai, dan dengan serta merta melakukan privatisasi terhadap lahan tersebut.

"Mereka membeli seluruh lahan di pantai, mereka membangun tembok-tembok tinggi, memasang portal. Warga sekitar pun tak dapat leluasa masuk. Bisa dibilang ini adalah upaya untuk privatisasi," ujar Adnan.

Adnan mengatakan, lebih dari itu, dampak lain yang ditimbulkan yang tak kalah buruknya adalah dampak lingkungan yang rusak akibat pembangunan besar-besaran tanpa memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Dia menyoroti pembangunan resort di Pantai Seruni yang tak memperhatikan kaidah lingkunagn.

Pembangunan resort tersebut dinilai telah menyebabkan kerusakan pada wilayah lindung, Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu di Pantai Seruni, Tepus, Gunungkidul.

"Kalau membangun itu boleh saja untuk keperluan wisata. Namun, bagaimana dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Seperti yang kita ketahui bahwa daerah tersebut adalah KBAK Gunungsewu, bagian dari Geopark, yang harus dilestarikan, bukan malah dengan merusaknya," ujarnya.

Dirinya pun menyayangkan sikap dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang dinilai tidak tegas.

Pihak KMPPS pun telah berulangkali memberikan himbauan, peringatan, terakhir bahkan somasi yang ditujukan kepada Bupati Gunungkidul atas pembangunan resort tersebut.

Namun Pemkab Gunungkidul terkesan acuh dan membiarkan saja pembangunan resort tersebut.

"Kawasan tersebut merupakan bagian dari Geopark Gunungsewu yang harus dilindungi dan dilestarikan, akan tetapi Pemkab Gunungkidul terkesan acuh saja dan tidak tegas. Kami sangat menyayangkan sikap mereka," ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait masalah pembangunan hotel dan resort yang bermasalah yang membawa dampak kerusakan lingkungan.

Isu ini dinilainya penting, karena terkait dengan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir selatan.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved