Bupati Bantul Sambut Baik Rencana PSIM Gunakan SSA Sebagai Home Base

Audiensi tersebut istilahnya sebagai 'kulo nuwun' atau meminta izin kepada Bupati Bantul

Bupati Bantul Sambut Baik Rencana PSIM Gunakan SSA Sebagai Home Base
Tribun Jogja/ Hasan Sakri
Foto udara stadion Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (20/3/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM - Manajemen PSIM Yogyakarta telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bantul terkait izin penggunaan Stadion Sultan Agung Bantul sebagai home base pada kompetisi Liga 2 mendatang berakhir manis, Selasa (13/3/2018).

Ya, rencana tim berjuluk Laskar Mataram tersebut untuk kembali menggunakan markas tim Persiba Bantul tersebut menurut Ketua Umum PSIM Yogyakarta, Agung Damar Kusumandaru, disambut baik Bupati Bantul Suharsono.

"Tidak ada pesan khusus karena Bupati menyambut baik keinginan kami untuk kembali memakai stadion itu. Lagipula musim lalu ketika kami bermain di sana tidak ada hal-hal yang merugikan terjadi. Relatif lancar," kata Agung yang didampingi anggota manajemen lainnya, Brustam Iswanto dan Taufik.

Menurut Agung, audiensi tersebut istilahnya sebagai 'kulo nuwun' atau meminta izin kepada Bupati untuk kali ketiga menggunakan Stadion Sultan Agung mengingat home base PSIM Yogyakarta, Mandala Krida belum selesai proses renovasinya.

"Ini kali ketiga kami akan memakai SSA lagi. Istilahnya kulo nuwun dan meminta izin kepada Bupati," jelas Agung.

Disambut baiknya rencana ini, membuat Agung mengaku akan semakin intensif untuk menyiapkan tim mengingat saat ini PSIM telah mengantongi sejumlah nama pemain seleksi hasil penjaringan Piala Walikota Yogyakarta, dan saat ini tengah melakukan seleksi pemain luar daerah.

Namun, Agung mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima undangan manajer meeting klub Liga 2, sehingga mengenai regulasi pemain yang akan direkrut Agung memilih untuk tetap berpatokan pada regulasi lama sebagai antisipasi apabila regulasi resmi telah keluar.

"Kita masih berpatokan dengan regulasi lama, yang diisi 5 pemain senior walaupun ada informasi kalau sudah tidak ada lagi batasan usia di Liga 2 2018. Itu sebagai antisipasi, untuk itu kita kan juga datangkan pemain yang dari segi usia juga masih dibilang masuk kriteria regulasi lama, tapi kita juga cari pemain yang masuk kriteria pelatih," jelas Agung.

Adapun rencananya, seleksi pemain luar daerah ini akan berakhir Rabu (15/3/2018), namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk kembali mendatangkan pemain seleksi lainnya apabila pemain seleksi luar daerah ini tidak masuk kriteria pelatih Erwan Hendarwanto. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help