Tingkatkan Daya Saing, SMKN 2 Yogyakarta Gelar Uji Kompetensi Keahlian dan Sertifikasi Konstruksi

Tingkatkan Daya Saing, Siswa SMKN 2 Yogyakarta Ikut Uji Kompetensi Keahlian dan Sertifikasi Konstruksi

Tingkatkan Daya Saing, SMKN 2 Yogyakarta Gelar Uji Kompetensi Keahlian dan Sertifikasi Konstruksi
Tribun Jogja/ Bramasto Adhy
UJI KOMPETENSI - Ratusan siswa-siswi mengikuti persiapan Uji Kompetensi Keahlian dan Sertifikasi Kompetensi di bidang konstruksi di SMKN 2, Jetis, Yogyakarta, Selasa (13/3). SMKN 2 bersama 13 SMK lain di 10 provinsi menjadi pilot project program tersebut. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 111 siswa SMKN 2 Yogyakarta yang terdiri dari 26 siswa Jurusan Teknik Konstruksi Batu Beton (TKKB) dan 85 Teknik Gambar Bangunan (TGB) mengikuti Uji Kompetensi Keahlian dan Sertifikasi Kompetensi di bidang konstruksi pada Selasa (13/2/2018).

Kepala Sekolah SMKN 2 Yogyakarta, Sentot Hargiardi menuturkan, uji kompetensi ini merupakan tindak lanjut dari program pemberian alat peraga pendidikan yang diberikan oleh PT Komatsu Indonesia kepada SMKN 2 Yogyakarta pada beberapa waktu yang lalu.

"Uji kompetensi ini menindak lanjuti dari program bantuan PT Komatsu dan tindak lanjut Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK," papar Sentot kepada Tribunjogja.com

Uji kompetensi ini guna mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja, sehingga mereka mempunyai kesempatan lebih luas ketika memasuki dunia kerja nantinya.

"Sekarang sudah tidak ada istilah lulusan SMK nganggur, mereka harus masuk dunia kerja karena bekalnya banyak. Memang lukusan SMK dipersiapkan untuk bekerja," lanjut dia.

Ia melanjutkan, SMKN 2 Yogyakarta sejak 4 tahun yang lalu untuk jurusan TKBB sebelum mereka lulus, para siswa telah melakukan uji kompetensi yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Surabaya.

"Sehingga anak-anak selain mendapat ijazah, mendapat sertifikat dari uji kompetensi yang berlaku di seluruh Indonesia untuk memasuki dunia konstruksi dan sertifikat tersebut berlaku selama 2 tahun," imbuhnya.

Uji kompetensi ini berlangsung hingga Kamis (15/3/2018) besok, sebelum diuji, para peserta uji kompetensi mendapatkan materi pembekalan.

"Jurusan Teknik Konstruksi Batu Beton yang diujikan anak-anak dipersiapkan menjadi mandor bangunan, paling tidak mereka tau konstruksi batu dan beton dulu. Untuk Jurusan Teknik Gambar Bangunan, peserta akan diuji mengenai gambar arsitektur dan peserta akan diminta untuk menggambar rumah," kata Sentot.

Ia barharap, dengan adanya uji kompetensi ini para siswa memiliki kesempatan yang luas dalam dunia kerja.

"Karena sudah berbekal ada ijazah dari sekolah ada uji kompetensi dari LPJK, mereka dianggap kompeten kalau pegang sertifikat sehingga untuk memperoleh pekerjaan semakin luas," tukasnya. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help