Tingkat Kesadaran Masyarakat Gunungkidul Masih Rendah

Untuk WP pribadi yang tak melaporkan SPT, diberikan sanksi berupa denda sebesar Rp 100ribu, sementara untuk WP badan didenda Rp 1 juta.

Tingkat Kesadaran Masyarakat Gunungkidul Masih Rendah
TRIBUNnews
Ilustrasi 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM - Tingkat kesadaran masyarakat Gunungkidul dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan pajak (SPT) hingga kini dinilai masih rendah.

Hal ini dilihat dari jumlah persentase masyarakat yang melaporkan SPT yang bahkan di bawah 50 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh  Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Gunungkidul, Taufiq.

Dikatakannya, wajib pajak yang melaporkan SPT tahunan hanya 44 persen saja dari target sebesar 85 persen.

Jumlah ini menggambarkan tingkat kesadaran masyarakat dalam pelaporan SPT yang masih rendah.

"Baru mencapai 44 persen, dari target 85 persen. Ini masih jauh di bawah target kami. Ini menjadi gambaran bagaimana tingkat kepatuhan masyarakat Gunungkidul dalam melaporkan SPT, padahal SPT ini merupakan kewajiban dari setiap WP, dan harus dilakukan," ujar Taufiq.

Taufiq mengatakan, pihaknya pun terpaksa mengenakan denda terhadap para WP yang bandel.

Untuk WP pribadi yang tak melaporkan SPT, dirinya memberikan sanksi berupa denda sebesar Rp 100ribu, sementara untuk WP badan didenda Rp 1 juta.

Taufiq menuturkan bahwa paling lambat pelaporan SPT wajib pajak pada tanggal 31 Maret 2018.

"Denda akan diberikan kepada wajib pajak yang terlambat melaporkan SPT, untuk wajib pajak akhir pelaporan pada tanggal 31 Maret 2018, sedangkan untuk badan paling lambat tanggal 30 April 2018, jika terlambat akan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta," terangnya.

Untuk membantu wajib pajak dalam pelaporan SPT, lanjutnya, wajib pajak tidak perlu ke kantor tetapi dapat melaporkan lewat e-filing.

"Wajib pajak sekarang tidak perlu ke kantor untuk melaporkan SPT, sekarang sudah bisa melaporkan SPT melalui e-filing, melalui laman djp online," ujarnya.

Ia mengimbau kepada wajib pajak perseorangan atau badan untuk memanfaatkan waktu yang tersedia pendaftaran SPT tahunan.

"Imbauan untuk masyarakat agar memanfaatkan waktu yang tersedia dalam pendaftaran SPT tahunan serta mendaftarlah lewat e-filing agar lebih mudah. Sekali lagi paling lambat pendaftaran wajib pajak hingga 31 Maret 2018 sedangkan untuk badan hingga 30 April 2018," tukasnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help