SMP Muhammadiyah 2 Dlingo Khawatir Kekurangan Siswa

Bayang-bayang kekurangan murid untuk tahun ajaran baru 2018/2019 menjadi kekhawatiran pengelola SMP Muhammadiyah 2 Dlingo, Bantul.

SMP Muhammadiyah 2 Dlingo Khawatir Kekurangan Siswa
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Murid SD Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul saat belajar di kelas yang terbuat dari bambu dan kayu, Senin (12/2/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bayang-bayang kekurangan murid untuk tahun ajaran baru 2018/2019 menjadi kekhawatiran pengelola SMP Muhammadiyah 2 Dlingo, Bantul.

Kondisi ruang kelas yang masih menempati shelter darurat menjadi satu dari beberapa penyebabnya.

Seperti diketahui, seluruh murid SMP Muhammadiyah 2 Dlingo sejak tiga bulan terakhir mengungsi ke area Puskesmas Pembantu Dlingo lantaran tanah di sekolah lama ambles.

Meski gedung sekolah tidak rusak tapi dianggap sudah tak layak pakai untuk aktifitas belajar mengajar karena resiko longsor.

Total 69 murid SMP Muhammadiyah 2 Dlingo kini belajar di dua shelter darurat.

Kelas 7 dan 8 di dalam satu ruang bersekat sementara kelas 9 belajar di ruang tersendiri yang terbuat dari dinding asbes dan atap seng.

Meski kurang layak, hanya ini yang bisa dilakukan pihak sekolah.

Melihat kondisi ini, ada kekhawatiran pihak sekolah bahwa di tahun ajaran baru mendatang peminat sebagai calon siswa baru menjadi minim.

"Ada sedikit kekhawatiran ke arah sana (minim murid baru), soalnya kondisi kelas seperti ini," kata Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Dlingo, Maryono.

Bukan tanpa usaha, pihak sekolah sebenarnya sudah berkomunikasi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul.

Halaman
123
Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved