Rusia Ancam Hancurkan Kapal Perang dan Jet Tempur AS

Duta Besar Suriah di PBB, Bashar Ja'afari merespon ancaman AS yang akan menggempur pasukan Suriah.

Rusia Ancam Hancurkan Kapal Perang dan Jet Tempur AS
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Militer Rusia secara tegas menyatakan akan menghancurkan setiap kapal perang dan pesawat tempur AS jika benar-benar melakukan serangan ke Suriah.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, dikutip jaringan berita Al Masdar News, Selasa (13/3/2018).

Sikap ini diambil menyusul ancaman yang dilontarkan Dubes Tetap AS di PBB, Nikki Haley ada sidang Dewan Keamanan PBB, Senin (12/3/2018) waktu New York.

Nikki Haley pada sidang itu menyatakan AS akan melakukan segala cara, termasuk serangan bersenjata ke Ghouta timur jika Suriah tidak menghentikan operasi militernya.

Jika ditemukan kasus penggunaan senjata kimia oleh Suriah, maka menurut Nikki Haley, AS akan mengulang serangan bersenjata seperti pernah dilakukan ke pangkalan Al-Shairat tahun lalu.

Suriah, menurut Haley, tidak menghormati gencatan senjata yang ditetapkan PBB di Suriah.

Ancaman itu langsung direspon Dubes Suriah di PBB dan Dubes Rusia di PBB.

Duta Besar Suriah di PBB, Bashar Ja'afari merespon ancaman AS yang akan menggempur pasukan Suriah.

Tanggapan keras itu diucapkan di depan sidang DK PBB, dan juga di depan Dubes AS Nikki Haley.

Ia mengutip kata-kata penyair Najib Mahfouz, peraih Nobel kususasteraan.

"Mereka liar, mereka tahu liar, dan mereka tahu kita tahu jika mereka itu liar. Namun mereka menutupi kebohongan itu rapat-rapat," kata Ja'afari dalam rekaman video yang dirilis Steemit.com, Selasa (13/3/2018). 

Ghouta Timur kini telah terbelah jadi dua kantong, yang diduduki kelompok militan dukungan negara asing. Pasukan Suriah mengepung kedua kantong wilayah di Douma dan Harasta.

Gerombolan bersenjata didominasi kelompok Jaish al-Islam yang mendapat dukungam dana dan persenjataan berat dari koalisi negara Arab.

Ada juga kelompok Hayat Tahrir al-Sham, nama baru Jabhat al-Nusra yang berafiliasi dengan Al Qaeda.

Kelompok-kelompok itu oleh AS selalu disebut oposisi moderat.(Tribunjogja.com)

Penulis: xna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help